Minggu, 30 Desember 2012

JUAL SEPATU CANTIK PRIA DAN WANITA

Diposting oleh Camelia di Minggu, Desember 30, 2012 0 komentar
Manfaatkan blog dengan sebaik-baiknya! termasuk untuk promosi.. ^^
Silahkan buat kamu-kamu yang suka ataupun butuh sepatu.. cek foto-foto di bawah ini. ^^















































ini buat prianya:










Itu dia foto-fotonya.. ^^

Buat kalian, dibuka PreOrder! Asli handmade dan berkualitas. Model bisa disesuaikan. harga tergantung model dan bahan :). komen aja ya.. atau kunjungi halaman facebooknya di:
http://www.facebook.com/pages/Sepatu-Cantikmu/503368963041240?ref=hl

Monggo, di order ^^. oya, harga tercantum belum termasuk ongkos kirim, lo.. Terimakasih..

Hal-hal yg perlu diperhatikan:
1. Order akan dilayani setelah DP terlebih dahulu (minimal setengah harga total)
2. Sepatu akan jadi dalam 2-4 minggu. :)
3.Silahkan pesan dengan teliti dan berikan rincian pemesanan dg baik (kecuali yg sama persis dg model), sebelum dikirim akan diteliti sesuai pemesanan anda. Tidak ada pengembalian setelah pembelian.

OK, Selamat berbelanja! ^^



Jumat, 28 Desember 2012

Hello, Sunshine?

Diposting oleh Camelia di Jumat, Desember 28, 2012 0 komentar

       Rasaku mulai memudar. Kemampuan menulisku menumpul. Akan kuasah lagi. Mula-mula dengan menulis diari. Aku sudah lelah menulis diari di buku diari. Entah kenapa. Sekarangpun aku tak tahu mau menulis apa. Hmm.. seminggu aku menjadi pecundang. Terbawa mood, melayang-layang. Tak sadar, hingga kemarin aku tahu telah melewatkan hal penting, ujian!. Benar-benar merasa jadi pecundang. Kenapa aku bisa melewatkan ujian? Kenapa aku nggak lihat jadwal lagi? Bukankah aku pernah mendapati hal yang sejenis? Kenapa aku nggak belajar dari pengalaman?  Bukankah keledai tidak akan jatuh di lubang yang sama? Apa aku lebih bodoh dari keledai? Bilang mencari jawaban, nyatanya aku tidak bergerak. Masih di tempat yang sama. Aku berjalan tanpa tujuan. Tak tahu  kemana melangkah. Aku merasa buta. Merasa hatiku semakin ... entahlah, keras? Ah, jangan. Aku masih ingin malu. Aku masih ingin mau. Aku masih ingin berkeringat. Aku masih ingin tertawa. Aku bahkan sangat ingin menangis. Kegagalan itu awal kesuksesan. Tapi.. sampai kapan aku akan gagal? Ternyata hatiku tak sekuat itu. 
      Aku harus mengencangkan baut di hatiku. Mengganti tautan yang aus dan memberinya warna yang berbeda. Aku yakin masih ada harapan. Karena ternyata aku masih bisa merasa.
Aku tau sebenarnya kegagalan itu aku ciptakan sendiri. Aku tau seharusnya aku mencari motivasiku sendiri. Tapi hingga saat ini aku hanya diam. Motivasi pun aku tak punya. Aku ingin menulis bukan untuk apa-apa, hanya karena inilah satu-satunya hal yang kubisa. Namun ternyata menulis tanpa motivasi pun terasa jengah.
Aku tak mau diriku ada dalam posisi seperti ini. Aku tau semua teori tapi memilih bersikap skeptis. Ketika asa baru muncul, logikaku membawaku untuk pesimis. The bad news is time flies, the good news is you’re the pilot. Aku tau dan paham akulah pilotnya. Tapi..
Terlalu banyak tapi, terlalu banyak alasan, terlalu sering bersembunyi. Semangat itu muncul dari dirimu, kamulah yang harus berubah! Hmm.. hanya senyum sinis yang kutemui di ujung bibirku. Apa aku sudah tidak percaya lagi akan kesuksesan? Apa aku sudah tak tahan dengan kegagalan?
Kesuksesan bukan dilihat dari seberapa sering kamu gagal, tapi dari seberapa banyak kamu bangkit kembali. I know, i got it. Hanya saja aku sudah terlalu lelah untuk gagal. Perputaran itu terus berulang. Gagal-bangkit-semangat-berusaha-gagal. Begitu terus hingga aku bosan. Lalu kapan ujungnya akan ‘sukses’?
Terkadang aku lebih suka bermimpi. Karena dalam mimpi aku bisa menjadi apapun. Harapan menjadi sangat tinggi dan kesuksesan terasa sangat dekat. Kadang menjadi malas bangun. Haha.. tidak, aku masih tetap bangun. Aku masih ingin hidup. Mungkin satu-satunya motivasi yang aku miliki adalah untuk tetap hidup. Aku memang banyak mengeluh. Tapi aku ingin tetap hidup.
Di sudut hatiku, masih tersisa secuil harapan yang terus memanggilku kembali. Kembali untuk bertahan hidup. Kembali bersemangat. Kembali mengulang kegagalanku. Karena dengan hidup mungkin aku akan bertemu harapan lain yang bisa kutanamkan dalam hatiku. Menemani secuil harapan yang sudah ada. Mungkin dengan bertahan hidup aku bisa bertemu apa yang aku impikan. Karena dengan hidup, aku masih bisa merasa.
Duduk di tepi perempatan jalan. Bukan, bukan.. bukan mencari inspirasi. Bukan ngamen apalagi mengemis. Aku hanya sedang duduk. Tidak ada yang spesial dari sekedar duduk. Memang. Tapi izinkanlah aku bercerita saja.
Aku sedang duduk. Tanpa alas apapun. Memandangi sibuknya Jogja dan lalu lalangnya mobil mewah. Aku masih duduk, menerawang. Dan malam semakin gelap. Terlihat di seberang jalan seorang tua menunggui dagangannya sambil tertidur. Terlihat seperti sangat berharga. Di mataku seperti tak seberapa.
Hingga sekali lagi kata-kata sial terngiang di telingaku. Kata-kata yang selalu membuatku mau-maunya gagal lagi . Benar-benar kata sial! Past doesn’t equal the future. It doesn’t matter you failed yesterday or all day today, what matters is what are you going to do right now?
Sialnya, sekali lagi aku percaya bahwa aku perlu memeluk mimpiku. Terus menulis hingga jatuh tertidur. Menganggapnya berharga walau di mata lain tak berharga. Ternyata aku masih bisa merasa.

Rabu, 12 Desember 2012

Menunggu Pagi

Diposting oleh Camelia di Rabu, Desember 12, 2012 3 komentar
Ada fenomena tidur yang terjadi padaku. Bukan fenomena asing, sih.. ini tentang tidur pagi. Ini buka tidur pagi habis subuh (walau kadang kulakukan juga). Ini tentang aku yang sering melek sampai pagi. Tidur pukul 1 atau 2 itu hal yang biasa.
Pertanyaanya. Kenapa ya, tidurku jadi begitu. Aku pernah menyalahkan Kesibukan Semester 3-5 yang membuat jam bioogisku berubah. Hingga suatu ketika temanku bertanya.
"Kamu melek sampai pagi, ngapain aja?"
Aku? Ngapai aja,ya..
Kadang aku juga nggak tahu apa yang kulakukan. Kadang waktu terasa cepat. Tahu-tahu sudah lewat jam 12. Atau memang pas ada tugas, sih..
Tapi pas nggak ada tugas sekalipun aku merasa sulit tidur.

Lalu aku sadar. Sulit tidurku bukan karena aku tidak bisa tidur. Aku hanya tidak mau tidur. Ketika kubaringkan badanku pukul 21 atau 22, rasanya seperti ditanya, "Udah mau tidur? emang udah ngapain aja hari ini?" seakan-akan jika aku tidur akan ada ketakutan karena waktuku akan habis.

kejadian begini terutama terjadi saat aku senggang. Hari biasapun aku sering tak menggunakan waktuku dengan baik. Apa mungkin aku menyesali hariku sehingga tak tenang tidur di malamku? Mungkin iya. Nyatanya, aku lebih suka mengerjakan apapun malam hari. Mencuci, beresin kamar, olahraga, kulakukan di malam hari. barulah ketika pagi, aku pergi mandi dan tidur hingga matahari terbit.

Aku tak ingin waktu cepat berlalu, meninggalkanku yang masih duduk di sini. bergeming, menunggu dibawa pergi. Sama seperti malam ini. Aku tak tahu bagaimana harus kututup mataku, saat aku merasa tak puas dengan hariku. Banyak penyesalan pada hariku.

Mungkin memang itu jawabannya. Aku yang begini, tidak memuaskan ambisiku. Aku memiliki penyesalan pada diriku sendiri. Merasa kurang, merasa tak cukup berusaha. Ujung-ujungnya, aku tak bisa membiarkan malam berlalu dengan tidur.

Aku takut kehilangan waktu. Padahal aku hanya diam. Menginginkan waktu ikut diam menemaniku duduk memandang khayalan masa depan adalah mustahil. Karena masa depan datang saat kita mengejar waktu. Berjalan bersama waktu. Tapi hatiku masih tertinggal, tertinggal dalam penyesalan dan ketidakpuasan pada diri sendiri. Penyesalan dan ketidakpuasan yang kubuat sendiri.

Seharusnya aku bukan menanti lagi, karena aku tahu waktu takkan kembali. Waktu tak akan berbaik hati. Aku harus berbenah, berdiri, dan menapakkan kaki. Berjalan bersama waktu. Biar aku bisa tidur lagi, dengan tenang, tanpa penyesalan. Aku ingin menyambut pagi dengan antusias, dengan bahagia.

Kini, aku masih disini menunggu detik-detik tengah malam. Menunggu pagi.

Sleman. pukul 23.59

Kamis, 06 Desember 2012

Kisah Cinta di Atas Bukit

Diposting oleh Camelia di Kamis, Desember 06, 2012 0 komentar
Lagi gandrung fotografi nih.. walau masih culun si. Pengen punya foto-foto seru lain yang lebih bagus.
ini gambar Rhacophorus reinwardtii lagi pacaran di Puncak bukit Plawangan (nggak puncak banget sih..).
Masih awam banget fotonya..
Silahkan, fotonya..

Romance at The Dawn

















Yang mana coba betinanya? betinanya adalah yang di bawah. dalam foto ini kelihatan bahwa sang betina punya cacat di bibirnya.

kalo dipikir pke otak manusia (otakku sih..):
"Ih.. cowoknya enak-enak tidur digendong ceweknya..."

Nah, foto selanjutnya masih spesies yang sama tapi pasangan yang berbeda. dia nunjukin ekspresi 'marah' gara-gara diganggu. hehe...
tapi fotonya jadi portait ni, nggak tau gimana ngubah biar normal lagi.

Padahal awalnya (di kompi) masih landscape. tapi pas diupload jadi gini, deh... ada yg tau kenapa? dan gimana ngatasinnya? Ntar kalo dah tau gimana mbenerinnya aku ubah, deh.. untuk sementara liatnya miring dulu ya.. *siap-siap megangin leher*

Don't disturb us!


Pas banget dapet ekspresi 'marah'nya yang cuma sekejap. pas itu emang dia agak terganggu gara-gara dipotret sana-sini padahal lagi pacaran.

pas betina siap-siap kabur alias ganti tempat, didapatlah foto dan ekspresi ini.

nyebelinnya, si jantan tetep aja tidur -__-

dari tadi kita (aku dkk KSH) nemu sekitar 16 pasangan amplexus (pacarannya kodok-katak), dan semua jantannya tidur sementara betinanya mempertahankan diri.

betina yang selalu berkorban *apa, coba?*

oya, foto di samping pixelnya kukecilin, btw.




Hahaha... seru loh pengalaman naik bukit, trus nemu katak cantik ini lagi amplexus sampe bikin foamnest (sarang busa buat telurnya).

oke, deh.. nantikan foto selanjutnya! Jeng.. jeng.. jeng...
Kasih masukan ya.. :)








Rabu, 21 November 2012

Ganti.. Lagi?

Diposting oleh Camelia di Rabu, November 21, 2012 0 komentar
Baru sebentar dan aku mulai bosan dengan template lama. padahal menurutku itu sudah sangat keren. ternyata template dipilih bukan karena cocok tidaknya template dengan konsep blog. tapi karena mood. Mungkin aku lagi suka yang lucu-lucu. entah sampai kapan bertahan dengan template ini. kita lihat, aja! haha..

Selasa, 20 November 2012

Jalan-Jalan lagi... ^^

Diposting oleh Camelia di Selasa, November 20, 2012 3 komentar
kemaren jalan-jalan ke Manga Fest di Purna Budaya UGM bareng temen2. Asik! soalnya bareng2. Mau share foto2 aja deh.. sebelum ke Manga fest, qt ke Sunmor dulu. ^^
Foto muka datar -_-

Me and Bulan Back view

Our Dork Faces


nah, ini dia yang ditunggu2... Jajan-jajan ><
Sushi... selamat makaaaann! ^^







Nyam.. nyam.. jalan-jalan selanjutnya, kemana lagi ya..?

[Catatan seorang guru privat] Bu Guru Kurban Apa?

Diposting oleh Camelia di Selasa, November 20, 2012 0 komentar


Sebentar lagi idul adha. Semua orang terlihat senang menyambutnya. Penjual kambing mulai bertebaran di tepi jalan Yogyakarta. Dan aku masih dalam rutinitas biasa. Berangkat ngajar privat lagi. Muridku yang satu ini agak manja dan sulit dikendalikan. Untung dia imut.
Singkat cerita terjadilah percakapan antara aku dan dia.
“Kak, kakak mau qurban apa?” tanyanya.
“Aku? Hm.. kakak nggak qurban, dek..”
“Lho, kok? Trus yang qurban siapa?”
“Yang qurban bapaknya kakak..”
“Kok gitu?”
Sambil agak heran, aku jawab. Soalnya kakak belum punya uang untuk qurban.
“Aku qurban, dong!” Kata dia semangat.
“Ibunya Nisa yang qurban?” tanyaku
“Bukan, aku sendiri. Tahun lalu udah ibu yang qurban. Sekarang aku. Pakai uang tabunganku paling. Yah.. uangku nanti habis, sih.. tapi nggak apa-apa, pokoknya aku harus pegang kambingku!” Katanya dengan mata berbinar.
Aku terhenyak. Anak yang biasanya bikin repot ini punya keikhlasan melebihiku. Jika aku ada di posisinya, mungkin uang tabungan akan aku pakai jajan dan beli mainan baru. Pelajaran sederhana mengenai keikhlasan kudapat dari seorang gadis kecil.
Sebaiknya aku buru-buru beramal, walau belum sampai taraf qurban sendiri. Biar nggak tertinggal jauh dari muridku.. J



 

Bunga Rumput Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei