Masalah dalam menulis, selain mood, salah satunya adalah ide.
Pas butuh nulis, mood udah oke, keadaan udah mendukung, eh.. idenya nggak muncul-muncul. Atau kadang ide tiba-tiba bermunculan tapi kamu lagi nggak dalam kondisi yang oke buat nulis. Kalau aku biasanya pas di WC atau naek motor tuh, inspirasi, ide-ide pada muncul.
Jadi, apa yang perlu dilakukan?
Aku nggak tahu quote ini asalnya dari mana. Kalau nggak salah dari mbak Afifah Afra Amatullah pas aku mengikuti salah satu Talkshow beliau, atau mungkin aku baca dari buku. Baiklah, salah itu dimaafkan. Jadi quotenya begini, "Ikatlah idemu!". Iya, cuma begitu. Ikat idemu. Pas ide itu muncul, ikatlah idemu dengan mencatatnya. Jadi, kalau kata beliau, penulis itu, idealnya punya catatan kecil untuk menuliskan ide-idenya. Ketika ide itu muncul dan belum bisa menuliskannya, catat dulu. Baru nanti ditulis saat kondisi sudah memungkinkan. Kalau aku, saat ide bagus tiba-tiba muncul, kadang aku tepikan motor, trus ngetik di hape. :D Karena aku tahu, kalau cuma diingat-ingat, ide itu bakal melayang. Trus aku lupa tadi ada ide bangus apa. Sayang, kan?
Ada lagi nih tips lain yang mirip. Tapi ini adalah saat kamu pingin nulis, ada ide, tp lagi nggak bisa ngeblog. Ide ini dapet dari temanku Nia, blognya bisa dilihat di sini.
Dia bisa menuliskan kisah/ apapun yang ide yang ingin ditulisnya di 'Blog offline'. Jadi wujudnya semacam buku buat nulis panjang lebar sesuai ide yang muncul tadi. Menulis dengan kertas dan pena itu punya romansa tersendiri, kawan! Jadi, kamu bisa juga mencoba tips ini.
Nah, sudah siap menyambut ide selanjutnya? Jangan lupa bawa 'pengikat'nya, ya! ^^
Selamat membaca dan terus blogging! Yeah!
Senin, 04 November 2013
Aku, Kamu, dan Mood Menulis
Kamu pernah merasa sama sekali nggak mood untuk menulis (bukan writer block)? Rasanya malas minta ampun. Kadang ide bertebaran di kepala tapi mau ngetik aja susah. Aku pun juga. Blog saja nggak rutin diisi. Memang, sebenarnya ada yang menganut sistem, "Mood itu bukan ditunggu. Penulis yang baik tidak terpengaruh mood!".
Well, Aku nggak sepenuhnya menolak dan nggak sepenuhnya sepakat dengan pernyataan itu.
Satu hal yang jelas, mood itu penting untuk menulis. Namun bukan berarti kamu wajib mengikuti mood dalam setiap tulisanmu. Hanya saja, aku lebih percaya bahwa karya yang bagus itu bisa muncul pada mood yang nyaman untuk menulis. Mood sangat mempengaruhi cara kamu manyampaikan tulisan.
Mood yang aku maksud di sini adalah kondisi dimana penulis menemukan 'zona nyaman' untuk menulis. Zona nyaman tersebut bukan selalu berarti harfiah loh, ya.. jadi kamu nggak perlu lagi sangat bahagia atau berbunga-bunga. Tahu kan, bahwa banyak karya tulis gemilang yang justru lahir saat penulisnya berada di penjara?
Lalu bagaimana sebaiknya? Well, aku juga masih banyak bermasalah dengan mood. Jadi, dalam postingan ini aku mau nulis teorinya aja, prakteknya, mari kerjakan bersama-sama. :D
Hal yang bisa membangkitkan mood menulis:
Jangan batasi tulisanmu
Menulislah, tentang apa aja. Kadang saat moodku bener2 jelek untuk nulis, yang aku lakukan adalah: TETAP MENULIS. Tulis saja kalau kamu memang sedang malas menulis, atau ceritakan apa saja. Jangan dulu fokus dengan apa yang harus kamu tulis, tapi tulislah apa saja yang membuatmu nyaman. Istilah gampangnya curhat, lah.. :), nanti jika sudah merasa nyaman, maka kamu akan lebih mudah menulis. Kadang bahkan ide bisa muncul dengan sendirinya.
Kedua, Membaca. Membaca memang nggak bisa lepas kalau kamu pengen bisa menulis. Membaca itu penting. Nggak mood baca? Peluk bukumu, buka. Kalau aku, pas butuh moodboosting buat nulis, yang kulakukan adalah baca biografi orang-orang yang kukagumi, seperti KH. Agus Salim dan pak Hatta (mereka penulis yang kereeeen! >.<). Jadinya bakal lebih termotivasi. Atau aku membandingkan diriku dengan penulis yang kusuka, atau dengan teman-teman yang sudah berkembang selangkah untuk menjadi penulis. Ini bisa mujarab. "Wah, dia udah bisa gini. Aku juga bisa!". Tentu saja kamu membandingkan bukan untuk meratapi 'keterbelakangan'mu, tapi untuk memacu diri. Asal kamu yakin, bahwa menulis itu adalah passionmu. Kalau menulis itu benar-benar mewakili kata 'dirimu', aku yakin kamu nggak bakal nyerah maupun pesimis hanya karena membandingkan diri dengan orang lain.
dan yang terakhir adalah, ketika kamu kehilangan mood, maka carilah! Cari mood itu. :) kalau aku sendiri merasa mood itu nggak bisa dibuat. //suka bingung sendiri kalau tiba-tiba badmood tanpa sebab// Tapi, mood bisa dicari. Caranya, lakukan hal yang kamu suka. Kalau aku jalan-jalan ke toko buku, atau beli buku udah bisa meningkatkan mood. Abis itu tulis deh pengalaman jalan-jalan hari ini, atau ceritakan tentang buku yang kau baca.
Bagiku, mood itu selalu ada, hanya saja kadang kita perlu berjuang untuk mencarinya. Karena mood menulis adalah sebagian dari passion. Saat terpaksa menulis pun, sebenarnya kita bisa mencari mood itu. Karena sekali mood itu sudah kita tangkap, maka menulis akan lebih lancar dan nyaman.
Okey, itu aja dulu yang bisa aku bagi tentang kita dan mood (ecieeehh..). Siapa tau ntar ada tips2 lain yang bisa aku susulin. :)
Selamat menulis, selamat membaca, dan Happy blogging! \(^0^)/
Well, Aku nggak sepenuhnya menolak dan nggak sepenuhnya sepakat dengan pernyataan itu.
Satu hal yang jelas, mood itu penting untuk menulis. Namun bukan berarti kamu wajib mengikuti mood dalam setiap tulisanmu. Hanya saja, aku lebih percaya bahwa karya yang bagus itu bisa muncul pada mood yang nyaman untuk menulis. Mood sangat mempengaruhi cara kamu manyampaikan tulisan.
Mood yang aku maksud di sini adalah kondisi dimana penulis menemukan 'zona nyaman' untuk menulis. Zona nyaman tersebut bukan selalu berarti harfiah loh, ya.. jadi kamu nggak perlu lagi sangat bahagia atau berbunga-bunga. Tahu kan, bahwa banyak karya tulis gemilang yang justru lahir saat penulisnya berada di penjara?
Lalu bagaimana sebaiknya? Well, aku juga masih banyak bermasalah dengan mood. Jadi, dalam postingan ini aku mau nulis teorinya aja, prakteknya, mari kerjakan bersama-sama. :D
Hal yang bisa membangkitkan mood menulis:
Jangan batasi tulisanmu
Menulislah, tentang apa aja. Kadang saat moodku bener2 jelek untuk nulis, yang aku lakukan adalah: TETAP MENULIS. Tulis saja kalau kamu memang sedang malas menulis, atau ceritakan apa saja. Jangan dulu fokus dengan apa yang harus kamu tulis, tapi tulislah apa saja yang membuatmu nyaman. Istilah gampangnya curhat, lah.. :), nanti jika sudah merasa nyaman, maka kamu akan lebih mudah menulis. Kadang bahkan ide bisa muncul dengan sendirinya.
Kedua, Membaca. Membaca memang nggak bisa lepas kalau kamu pengen bisa menulis. Membaca itu penting. Nggak mood baca? Peluk bukumu, buka. Kalau aku, pas butuh moodboosting buat nulis, yang kulakukan adalah baca biografi orang-orang yang kukagumi, seperti KH. Agus Salim dan pak Hatta (mereka penulis yang kereeeen! >.<). Jadinya bakal lebih termotivasi. Atau aku membandingkan diriku dengan penulis yang kusuka, atau dengan teman-teman yang sudah berkembang selangkah untuk menjadi penulis. Ini bisa mujarab. "Wah, dia udah bisa gini. Aku juga bisa!". Tentu saja kamu membandingkan bukan untuk meratapi 'keterbelakangan'mu, tapi untuk memacu diri. Asal kamu yakin, bahwa menulis itu adalah passionmu. Kalau menulis itu benar-benar mewakili kata 'dirimu', aku yakin kamu nggak bakal nyerah maupun pesimis hanya karena membandingkan diri dengan orang lain.
dan yang terakhir adalah, ketika kamu kehilangan mood, maka carilah! Cari mood itu. :) kalau aku sendiri merasa mood itu nggak bisa dibuat. //suka bingung sendiri kalau tiba-tiba badmood tanpa sebab// Tapi, mood bisa dicari. Caranya, lakukan hal yang kamu suka. Kalau aku jalan-jalan ke toko buku, atau beli buku udah bisa meningkatkan mood. Abis itu tulis deh pengalaman jalan-jalan hari ini, atau ceritakan tentang buku yang kau baca.
Bagiku, mood itu selalu ada, hanya saja kadang kita perlu berjuang untuk mencarinya. Karena mood menulis adalah sebagian dari passion. Saat terpaksa menulis pun, sebenarnya kita bisa mencari mood itu. Karena sekali mood itu sudah kita tangkap, maka menulis akan lebih lancar dan nyaman.
Okey, itu aja dulu yang bisa aku bagi tentang kita dan mood (ecieeehh..). Siapa tau ntar ada tips2 lain yang bisa aku susulin. :)
Selamat menulis, selamat membaca, dan Happy blogging! \(^0^)/
Minggu, 03 November 2013
Oleh-oleh dari Book Fair
Nggak ngerti lagi buat apa kemaren aku puasa. Sekarang kalap lagi. Ada pameran buku, udah berjalan 3 hari ini dan aku udah dateng 3 kali. Paham? Jadi, aku dah nyantronin pameran 3 hari berturut-urut! Kalo dateng doang nggak masalah, masalahnya aku beli terus. -_-"
untung hari pertama aku cuma ngeluarin 40rb, hari kedua ga ngeluarin duit (dibeliin), hari ketiga ini yang bikin senewen. Wai kompas musti ngasih diskon khusus mahasiswaaaa? Waaaaai?
Oke, harusnya saya bersyukur, bisa dapet banyak buku dg cuma 160-an ribu rupiah. Tapi tetep aja, musti lebih ngirit lagi. Kau tahu apa yang lebih berbahaya? Rasa nagih dr beli buku, dan rasa pengen balik lagi demi buku yang diinginkan. //akibat settingan otak : mumpung lagi diskon//
Nyesel? Nyesel krn bukunya sih enggak, cuma jadi mikir lagi, apakah puasa beli bukuku yang udah kujalanin hampir 2 bulan itu sama sekali nggak ngefek? -_-"
Ngefek bentar doang, trus ngilang lagi?
-mikir dulu-
Baiklah, ternyata memang ada efek baik. Walau masih sedikit boros, setidaknya udah nggak seimpulsif dulu, yang -asal bukunya 'keliatan penting', 'keliatan asik', dan murah- bakal langsung dibeli. Setidaknya sekarang buku yang kubeli tidak ada yang mengecewakan, dan bakalan lebih prioritas untuk dibaca. Buku yang kubeli sekarang memang benar-benar buku yang ingin kubaca. Bukan sekedar pengen koleksi. :)
Satu hal, untuk saat ini, hindari beli novel romance! Novelku udah banyak. -_-" dan belum semuanya dibaca. Ternyata aku memang kurang suka novel romance yang berlebih. Novel yang boleh dibeli untuk saat ini cuma novel psikologi. Ilmu yang udah lama ga aku jamah. Kangen. XD
Hasil nyantronin Pameran Buku 3 kali adalah:
My Life as Writer (free)
Gagalnya Sistem Kanal (free)
Doorstoot Naardjokja (free)
Guru Gokil Murid Unyu (free)
Novel: Sheila 2 (free)
Sejarah Kecil Indonesia jilid 1 (beli)
The Dancing Leader (beli :'| )
Sutan Syahrir (beli)
dan 3 komik obral (beli)
(Harusnya aku bersyukur, ya.. ._.a)
Sebelumnya, aku sempet ke Toga Mas dulu beli buku:
Agus Salim, Diplomat Jenaka Penopang Republik
Dan sebelumnya lagi pas pameran Ultah Gramedia, aku beli:
The Secret Life of Water
Kumcer: Berkata Kerbau pada Pedati
Lukisan Kaligrafi
Komik: Guru, Ulangan Mendadak
masih pengen beli: Sheila 1 dan Raksasa dari Jogja. Tapi mungkin stop dulu aja deh..
Sedih kalo beli lagi, semoga next book fair diskonnya lebih gede, kecuali buku2 yg udah aku baca. //gamau nyesel
Sip, semangat baca, dan jangan lupa sekeripsy diseriusin!
Selamat tidur!
untung hari pertama aku cuma ngeluarin 40rb, hari kedua ga ngeluarin duit (dibeliin), hari ketiga ini yang bikin senewen. Wai kompas musti ngasih diskon khusus mahasiswaaaa? Waaaaai?
Oke, harusnya saya bersyukur, bisa dapet banyak buku dg cuma 160-an ribu rupiah. Tapi tetep aja, musti lebih ngirit lagi. Kau tahu apa yang lebih berbahaya? Rasa nagih dr beli buku, dan rasa pengen balik lagi demi buku yang diinginkan. //akibat settingan otak : mumpung lagi diskon//
Nyesel? Nyesel krn bukunya sih enggak, cuma jadi mikir lagi, apakah puasa beli bukuku yang udah kujalanin hampir 2 bulan itu sama sekali nggak ngefek? -_-"
Ngefek bentar doang, trus ngilang lagi?
-mikir dulu-
Baiklah, ternyata memang ada efek baik. Walau masih sedikit boros, setidaknya udah nggak seimpulsif dulu, yang -asal bukunya 'keliatan penting', 'keliatan asik', dan murah- bakal langsung dibeli. Setidaknya sekarang buku yang kubeli tidak ada yang mengecewakan, dan bakalan lebih prioritas untuk dibaca. Buku yang kubeli sekarang memang benar-benar buku yang ingin kubaca. Bukan sekedar pengen koleksi. :)
Satu hal, untuk saat ini, hindari beli novel romance! Novelku udah banyak. -_-" dan belum semuanya dibaca. Ternyata aku memang kurang suka novel romance yang berlebih. Novel yang boleh dibeli untuk saat ini cuma novel psikologi. Ilmu yang udah lama ga aku jamah. Kangen. XD
Hasil nyantronin Pameran Buku 3 kali adalah:
My Life as Writer (free)
Gagalnya Sistem Kanal (free)
Doorstoot Naardjokja (free)
Guru Gokil Murid Unyu (free)
Novel: Sheila 2 (free)
Sejarah Kecil Indonesia jilid 1 (beli)
The Dancing Leader (beli :'| )
Sutan Syahrir (beli)
dan 3 komik obral (beli)
(Harusnya aku bersyukur, ya.. ._.a)
Sebelumnya, aku sempet ke Toga Mas dulu beli buku:
Agus Salim, Diplomat Jenaka Penopang Republik
Dan sebelumnya lagi pas pameran Ultah Gramedia, aku beli:
The Secret Life of Water
Kumcer: Berkata Kerbau pada Pedati
Lukisan Kaligrafi
Komik: Guru, Ulangan Mendadak
masih pengen beli: Sheila 1 dan Raksasa dari Jogja. Tapi mungkin stop dulu aja deh..
Sedih kalo beli lagi, semoga next book fair diskonnya lebih gede, kecuali buku2 yg udah aku baca. //gamau nyesel
Sip, semangat baca, dan jangan lupa sekeripsy diseriusin!
Selamat tidur!
Categories
hobi
Dewasa
Pernahkah kalian merasa sangat kekanak-kanakan? Aku pernah. Marah atas hal nggak penting, iri pada hal nggak penting, dan melakukan sesuatu dengan alasan yang sama sekali nggak penting.
Kata orang, walaupunsudah dewasa, orang akan tetap membawa sisi kekanakannya. Mungkin ada benarnya juga. atau mungkin aku yang tidak pernah merasa menjadi dewasa. Aku tetap anak kecil dengan tubuh orang dewasa. Bebrapa kenalan beranggapan bahwa dewasa itu akan terjadi untuk keseluruhan tingkahmu. Menurutku tidak. Dewasa adalah cara berpikir, bukan pencitraan atau sekedar idealisme.
Kata seseorang yang lain, deasa berarti lupa cara tertawa. Mungkin karena itulah orang harus tetap menjaga sisi kekanakannya, sisi nggak pentingnya, agar nggak lupa cara tertawa.
tapi serius deh, marah krn hal yang sangat nggak penting itu menyebalkan. Jadi merasa didakwa dengan pertanyaan, "Hai, ingat nggak sih umurmu berapa?" -_-"
Kata orang, walaupunsudah dewasa, orang akan tetap membawa sisi kekanakannya. Mungkin ada benarnya juga. atau mungkin aku yang tidak pernah merasa menjadi dewasa. Aku tetap anak kecil dengan tubuh orang dewasa. Bebrapa kenalan beranggapan bahwa dewasa itu akan terjadi untuk keseluruhan tingkahmu. Menurutku tidak. Dewasa adalah cara berpikir, bukan pencitraan atau sekedar idealisme.
Kata seseorang yang lain, deasa berarti lupa cara tertawa. Mungkin karena itulah orang harus tetap menjaga sisi kekanakannya, sisi nggak pentingnya, agar nggak lupa cara tertawa.
tapi serius deh, marah krn hal yang sangat nggak penting itu menyebalkan. Jadi merasa didakwa dengan pertanyaan, "Hai, ingat nggak sih umurmu berapa?" -_-"
Rabu, 23 Oktober 2013
Hargai dirimu :)
Membandingkan diri dengan orang lain adalah pelecehan terhadap dirimu. Mudah diucapkan, namun sulit dilaksanakan. Sulit untuk tidak benar-benar membandingkan dirimu dengan orang lain. Karena perbedaan itu pasti ada. Hanya saja, apakah menatap perbedaan, atau menyikapinya dg baik yang menjadi pilihan kita.
Semakin sulit jika sekitar kita pun tak luput membanding2kan diri kita. Kamu belum lulus juga? Dia udah, lo.. dia udah kerja di bla bla bla. Ingin rasanya bilang, ini aku, aku bukan dia, biarkan aku berjalan dengan kakiku sendiri. Tapi nyatanya tak semudah itu. Saat biaya kuliah masih minta orang tua, saat diri sendiri belum yakin bagaimana masa depan, membandingkan diri dengan orang lain menjadi rutinitas.
Bukan hal yang salah sebenarnya. Hanya tidak perlu berlebihan. Uung-ujungnya kita akan sadar dengan porsi kita. Karena terus menerus membandingkan diri dengan orang lain hanya akan membuatmu lelah. Menjadi diri sendiri. Kadang kita belum terlalu paham apakah kita benar2 telah menjadi diri sendiri. Yang tersisa tinggal berusaha.
Memperbaiki diri
Memperbaiki diri
Meningkatkan kualitas
cukup membandingkan dengan orang lain. Karena tak ada yang benar-benar sama di dunia ini. Kau akan lelah. Jangan lecehkan dirimu dengan khawatir berlebihan mengenai perbedaan. :)
Semakin sulit jika sekitar kita pun tak luput membanding2kan diri kita. Kamu belum lulus juga? Dia udah, lo.. dia udah kerja di bla bla bla. Ingin rasanya bilang, ini aku, aku bukan dia, biarkan aku berjalan dengan kakiku sendiri. Tapi nyatanya tak semudah itu. Saat biaya kuliah masih minta orang tua, saat diri sendiri belum yakin bagaimana masa depan, membandingkan diri dengan orang lain menjadi rutinitas.
Bukan hal yang salah sebenarnya. Hanya tidak perlu berlebihan. Uung-ujungnya kita akan sadar dengan porsi kita. Karena terus menerus membandingkan diri dengan orang lain hanya akan membuatmu lelah. Menjadi diri sendiri. Kadang kita belum terlalu paham apakah kita benar2 telah menjadi diri sendiri. Yang tersisa tinggal berusaha.
Memperbaiki diri
Memperbaiki diri
Meningkatkan kualitas
cukup membandingkan dengan orang lain. Karena tak ada yang benar-benar sama di dunia ini. Kau akan lelah. Jangan lecehkan dirimu dengan khawatir berlebihan mengenai perbedaan. :)
Categories
motivasi
Minggu, 13 Oktober 2013
Kembali ke sini. Maaf, teman. Aku menyelingkuhimu dengan Tumblr. >.<
Aku akan tetap jadi two timer sepertinya. Maaf ya blogspot.. XDD
Aku akan tetap jadi two timer sepertinya. Maaf ya blogspot.. XDD
Kamis, 12 September 2013
[BeraniCerita #26] Tersandung Bayang-bayang
Aku pemalas dan ceroboh. Aku tahu itu. Ibuku rajin dan teliti. Satu hal yang mengganggu, kami sama-sama moody. Mau tidak mau harus bisa saling memahami jika salah satu sedang badmood atau sebaliknya. Seperti malam ini. Mood ibu sedang baik, beliau mau bersih-bersih rumah. Sialnya, ini sudah malam. Merepotkan. Untung aku tak perlu membantu.

"Ki, ambilin tongkat pel kayu di gudang, dong!" teriakan ibu dari ruang tengah. Aku di kamar.
"Kan ada pel yang praktis, kenapa musti pakai tongkat pel?" sebenarnya aku hanya malas.
"Lebih bersih pakai tongkat pel, kainnya bisa dicuci berkali-kali, meresnya enak. Udah sana buruan!"
Aku beringsut malas, namun tetap kukerjakan juga. Gudang ada di belakang dapur. Lampu dapur menyala, tapi lampu gudang mati. Sudah kukatakan, aku pemalas. Bahkan untuk menyalakan lampu gudang pun aku enggan. Toh aku sudah hapal letak barang-barang di gudang.
Kumasuki gudang yang gelap, sambil meraba-raba. Masih ada seberkas sinar dari dapur. Tongkat pel biasanya disandarkan di dinding. Ah, ketemu juga. Setelah dapat yang kuinginkan aku berbalik, ingin segera keluar dari gudang. Lama-lama terasa menyeramkan juga malam-malam di gudang dalam kondisi gelap.
“Bruukk!” rasanya aku tersandung sesuatu. Karena gelap, aku hanya meraba-raba lantai gudang. Tidak ada apa-apa. Tidak mungkin! Aku merasa menyandung sesuatu. Terkesiap, tiba-tiba aku merinding. Secepat kilat aku berlari menuju ruang tengah.
“Kenapa lari-lari?”
“Ibu, hah.. ibu.. masa’ tadi aku tersandung, tapi tak ada apapun di lantai.” Ceritaku sambil terengah-engah. Roman mukaku pasti nyata ketakutan. Satu hal lagi yang sama antara aku dan ibu, sama-sama penakut. Aku yakin beliau akan ikut bergidik bersamaku.
“Sekarang tongkat pelnya mana?” Eh? Kok begitu reaksinya? Heran. Kuserahkan tongkat pel pada ibu.
“Tapi aku yakin lho, bu, nyandung sesuatu!” Kupertegas, seakan-akan ibu belum dengar.
“Iya, kamu itu kan emang biasanya gitu. Nggak ada apa-apa aja bisa jatuh sendiri. Nggak perlu kesandung juga biasa jatuh sendiri, kan?” Ceroboh? Hah, ibu tak percaya!
Ibu melanjutkan mengepel, dan aku masuk kamar. Menyebalkan! Aku jadi badmood. (by: Camelia)
(361 kata)
(361 kata)

Categories
Flash fiction
Rabu, 11 September 2013
BookLogic (Perpustakaanku) - Ayo Baca Buku!
Terinspirasi dari Lendabook.co dan babeku, bahwa buku itu akan kurang berfungsi jika cuma ditumpuk, Jadi, aku pengen meminjamkan buku pada siapapun yang mau. Dengan syarat: Menjaga buku dengan baik - gampang kok, dengan tidak mencoret, melipat halaman, membuatnya kotor, dan merusak jilidan. Tapi tidak semua buku boleh dipinjem ya.. tergantung lg dibaca, ready atau nggak. Okelah, koleksi saya ga banyak, tp seneng aja kalau ada yang mau pinjem. Tapi kalau smp bukuku rusak setelah dipinjem, nanti kamu bakal saya blacklist, soalnya udah ada buku yg rusak krn dipinjam. :D
Bukuku beragam genre, jadi nggak boleh protes. Wkwkwkwk..
Oke, mulai aja ya.. ini daftar bukuku (Maaf belum bisa ngasih foto):
***NON FIKSI (pengetahuan umum-Agama)***
- Agar Harta Tidak Menjadi Fitnah
- Aku Cinta Indonesia
- Arba'un An-Nawawiyah
- Belajar cepat bahasa Jepang
- Belajar Cepat Bahasa Korea
- Biografi Dakwah Hassan Al-Banna
- Biokimia Harper
- Biologi Jilid 1-3 (Campbell)
- Biopsikologi
- Einstein Mencari Tuhan
- Emansipasi Adakah dalam Islam
- Genetika Manusia
- Hanya 5 Jam Menaklukkan TOEFL
- Hatta, Si Bung yang Jujur dan Sederhana
- Heroes (Kick Andy)
- Homemade Cake
- Husnul Khotimah dan Su'ul Khotimah
- Ijinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran
- Ilmuwan Muslim Populer
- Islam=Terorisme?
- Kaya Tapi Miskin
- Ketika Orang Tua Tak Lagi Dihormati
- Membaca JK, Biografi Singkat Jusuf Kalla
- Mendidik Mentalitas Anak
- Menggapai Impian
- Meremehkan Janji
- Merubah Hobi Menjadi Uang
- Mohammad Hatta: Biografi Singkat 1902-1980
- Mohammad Hatta: Hati Nurani Bangsa
- Monarki Jogja, Inskonstitusional?
- Nashaihul Ibad
- Oscar Pictorius: Aku terlahir sebagai Bayi tanpa Kaki
- Panduan Perjalanan Menuju Sorga
- Perempuan Pemicu Perang
- Potret Muslimah Masa Kini
- Prophetic Leadership
- Rahasia dan Hikmah Dibalik Ibadah Shalat
- Remaja Rindu Ilahi
- Rindu Pancasila
- Riyadush shalihin (bahasa arab)
- Schaum’s Ouline: Genetika Edisi Keempat
- Setelah Air Mata Kering
- Sindrom Asperger
- Sirah Nabawiah
- Sujud Sahwi
- Tata Cara Mengasuh Anak
- Terapi Cairan elektrolit dan Metabolik
- The Miracle of CaffeineSoedirman: Biografi Singkat 1916-1950
- Umdatul Ahkam
- Wahai Wanita Tutuplah Auratmu
- Wujudkan Mimpi Anda
- Zero to Hero
***FIKSI***
Novel
- 5 cm
- Ayat-Ayat Cinta
- Bulan Mati di Javasche Orange
- De Journal
- Di Rembang Petang Ia Pulang
- Digital Fortress
- Edensor (English ver)
- For One More Day, Satu Hari Bersamamu
- Kappa
- Kiki Strike, Petualangan Kota Bayangan
- Lakon Kita Cinta
- Layla Majnun
- Liem Hwa
- Menjadi Tua dan Tersisih
- Oliver Twist
- Orang Miskin Dilarang Sekolah
- Perahu Kertas
- Pitaloka
- Railway Children
- Ripta: Perjuangan Tentara Pecundang
- Seasons to Remember
- Sherlock Holmes: Berlian Biru
- Supernova: Akar
- Supernova: Partikel
- Supernova: Petir
- Tell Me Your Dreams
- The Ark
- The Bourne Supremacy
- The Lord of The Ring
- The Namesake
- The Overcoat: Jubah Panjang
- The Prince of Blangkon
- The White Tiger
- Tonil Nyai Di ujung Senapan
- Totto-Chan, Gadis Cilik di Jendela
Kisah
- Ayako no Hanashi
- Nurani Cinta yang Hilang
Serial
- Parcel Mini La Tansa
- Serial Akta: Gendut Oke, Hitam...
- Serial Akta: Kelelawar Wibeng
- Sherlock Holmes: The Memoir
- Supernatural: Nevermore
Kumcer
- Dunia Lain di Mataku
- Filosofi Kopi
- Kisi Hati Bulan
- Laki-laki yang Salah
- Lelaki Hujan
- Look! New York
- Madre
- Rectoverso
Komik
- 5 Pesan Damai
- Dari Presiden ke Presiden
- Detective Conan 24
- Detective Conan 34
- Detevtive Conan 49
- Detevtive Conan 50
- For The Rose 1
- For The Rose 2
- For The Rose 5
- For The Rose 9
- Fruit Basket 03
- Fruit Basket 06
- Fruit Basket 10
- Fruit Basket 11
- Hai Miiko! Zaman Edo
- Happy Café 01
- Happy Café 03
- Happy Café 06
- Happy Café 07
- Happy Café 09
- Happy Café 10
- Happy Café 11
- Happy Café 12
- Happy Café 13
- Happy Café 14
- Happy Café 15
- Jokis Ngebut Bukin Benjut
- Komik Muhammadiyah
- Life 01
- Life 04
- Life 05
- Life 06
- Life 11
- Life 13
- Life 14
- Life 15
- Life 16
- Life 17
- Life 18
- My sister and Me 1
- My Sister and Me 2
- New Prince of Tennis 2
- New Prince of Tennis 3
- New Prince of Tennis 4
- One Piece 39
- One Piece 41
- One Piece 42
- One Piece 51
- One Piece 62
- Perfect Girl Evolution 01
- Perfect Girl Evolution 02
- Perfect Girl Evolution 05
- Perfect Girl Evolution 06
- Perfect Girl Evolution 09
- Perfect Girl Evolution 11
- Piano Hutan 01
- Piano Hutan 02
- Piano Hutan 08
- Piano Hutan 10
- Piano Hutan 17
- Prince of Tennis 06
- Prince of Tennis 07
- Prince of Tennis 16
- Prince of Tennis 20
- Prince of Tennis 21
- Prince of Tennis 22
- Prince of Tennis 23
- Prince of Tennis 24
- Prince of Tennis 28
- Prince of Tennis 33
- Prince of Tennis 34
- Prince of Tennis 35
- Q.E.D 14
- Q.E.D 15
- Q.E.D 17
- Sandwich Girl
- Sherlock Holmes 6: The Valley of Fear
- SORA The Wingless Duck 02
- SORA The Wingless Duck 03
- SORA The Wingless Duck 04
- SORA The Wingless Duck 05
- SORA The Wingless Duck 07
- SORA The Wingless Duck 08
- SORA The Wingless Duck 10
- SORA The Wingless Duck 11
- SORA The Wingless Duck 14
- SORA The Wingless Duck 15
- SORA The Wingless Duck 16
- SORA The Wingless Duck 17
- SORA The Wingless Duck 20
- Tersesat di Byzantium
Koleksi di atas nggak semuanya ada di Jogja, kalau mau pinjem tulis di komen atau inbox aja. Karena minim keterangan, boleh tanya-tanya di inbox tentang bukunya bagaimana, ready atau nggak. Tapi aku berhak minjemin atau nggak, ya.. :3 Makasih.. ^_^
Categories
buku
Sabtu, 31 Agustus 2013
Heart
Wuah.. nemu gambar ini di facebook, dan sukses membuatku terharu. atau sedih? yang jelas ada perasaan yg aneh. sebentar.
it's really true. :)
Senin, 26 Agustus 2013
Sebuah Postingan yang Terlambat
Ini tentang seorang teman yang bertambah umurnya di bulan Juli kemarin. Aku masih menyimpan foto perayaan kecil hari lahirnya. Jadi cuma ingin membuatnya jadi sebuah postingan. Nggak bisa ditahan, soalnya fotonya bagus.. >.< //alasan apa ini?
Baiklah, walau postingnya terlambat, Selamat atas bertambahnya umurmu, Ika! Selamat bukan semata-mata berbahagia, tapi kata peringatan agar tetap waspada karena jatah hidupmu berkurang dan kedewasaanmu bertambah.
Semoga selalu lancar dan dikabulkan doamu oleh Allah..
Baiklah, walau postingnya terlambat, Selamat atas bertambahnya umurmu, Ika! Selamat bukan semata-mata berbahagia, tapi kata peringatan agar tetap waspada karena jatah hidupmu berkurang dan kedewasaanmu bertambah.
Semoga selalu lancar dan dikabulkan doamu oleh Allah..
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)







