Jumat, 22 Mei 2015

Story of My Life: Allah Mempertemukanku dengan Takdirku

Diposting oleh Camelia di Jumat, Mei 22, 2015 3 komentar

Pernah scroll beranda tumblr dalam suatu malam dan nemu kak Uti nulis beginian. Sontak aku merasa related. Gimana enggak? Ini aku banget.

bagaimana jika–takdirmu hadir dalam hidupmu saat kau sedang jatuh cinta pada seseorang lain?

saat kau telah memiliki segudang rencana untuk hidup bersama orang yang kau cintai?
atau sekadar, saat kau sedang mati-matian membuat dirimu–menarik dan mengambil perhatian seorang itu?

kau tau, Tuhan tidak pernah bermain dadu. 
maukah kau memperjuangkan orang yang kau cintai–dengan mengikhlaskannya? meninggalkan dan siap ditinggalkan pada saat yang sama.
maukah kau memperjuangkan takdirmu–dengan menerima kehadirannya? apa adanya dan tanpa sisa untuk yang lain.
maukah kau berjuang?

Tags: ceritacinta"

credit: Mbak Prawita Mutia


Bagaimana jika takdirmu hadir saat kau sedang jatuh cinta pada seseorang yang lain?

.. saat kau sedang mati-matian membuat dirimu menarik dan mengambil perhatian orang itu?

tambahannya, .. saat kau sedang berusaha menjadi lebih baik untuk orang itu?

Aku pernah menggantungkan harapan pada manusia, dan ini salah. Tentu saja. Hingga Allah menyadarkanku dengan sebuah dentaman keras di hati hingga aku benar-benar sadar. Bahwa yang menjadi motivasiku adalah salah. Bahwa setan telah mnyesatkanku terlampau jauh. Bahwa aku terlalu hanyut dengan permainan kata yang mencitrakan cinta dengan begitu menwan. Tentang bahwa setiap hati butuh satu nama untuk selalu diamini.

Teguran Allah telah mengubah piranku. Menamparku hingga batas kesadaranku berujar, rasa sakit itu adalah anugerah. Bahwa aku masih terlalu cemen, dan harus mendewasakan hatiku untuk mengambil pelajaran dari setiap tanda-tandaNya.

maukah kau memperjuangkan takdirmu dengan menerima kehadirannya?
Gais. kita tak pernah tahu takdir hingga takdir itu telah terjadi. Maka dari mana kita tahu bahwa seseorang itu adalah takdir yang musti kita perjuangkan?

Tiba masa ketika seseorang datang dengan segala niat baiknya, keseriusannya, memintaku menjadi motivasinya, menjadi pendampingnya hingga akhir hayatnya. Apakah aku telah yakin dia takdirku? Tentu tidak. Aku hanyalah manusia bodoh yang masih berusaha mengeja tiap tanda-tandaNya setiap hari. maka semua kukembalikan pada Allah. Dzat yang Maha Tahu segala sesuatu. Jika Allah meridhaiku dengannya, aku yakin akan dilancarkan hingga tiba waktunya janji. Namun jika tidak, Allah punya banyak cara untuk menegurku.

Waktupun bergulir..
Cobaan datang
Onak menyapa
hingga aku goyah dan tak tahu cara bersikap

Maka aku kembali menengok hatiku. Masih adakah nafsu disana? Sudahkan aku memandang semua dengan netral? Masihkah masa lalu dan rasa lama tersangkut hingga menghalangiku untuk obyektif? Adakah semua itu menghalangiku menerjemahkan petunjuk Allah?

Tak ada cara lain, aku harus bersujud. Bertanya. Dan total percaya bahwa Allah akan menunjukkan.

"Jodohmu itu hanya satu, menggunakan jalan yang batil jodohmu tetap dia, menggunakan jalan yang baikpun jodohmu tetap dia. kita hanya perlu memilih akan menyambutnya dengan jalan apa. Jika hasilnya sama, maka mengapa tak kita sambut dengan jalan yang baik?" (Hasil ngobrol sama Aini)

Kembali menyadari kelemahan dan meminta Allah menentukan semua. Aku yakin Allah tahu dengan siapa aku bisa saling memantaskan.

Maka dengan segala kepasrahan, dengan menghilangkan segala nafsu, dengan menyimpan masa lalu tetap di belakang, bismillah.. ridha Allah jatuh pada dia yang dengan istiqamah memperjuangkanku. Bukan semata karena cinta. Tapi karena Allah. Karena ibadah.

Setelah menetralkan hati, Allah menunjukkan jalanNya.

Bertahun-tahun aku menjaga hati dan prinsipku untuk tidak pacaran.
Bertahun-tahun pula diapun menjaga dirinya untuk tidak pacaran.

Kami sama-sama pernah menyimpan hati untuk orang lain, tapi sama-sama tak pernah melanggar prinsip. Hingga Allah saling memantaskan kami untuk satu sama lain. Hingga Allah meridhai janji itu terlaksana, kami tetap saling menjaga diri. Subhanallah..
semoga terus menjadi pasangan yang pandai menjaga diri *dan satu sama lain*



Temanggung, Sabtu, 2 Mei 2015.
Allah menghalalkan ia untukku, dan aku untuknya. Cinta, adalah suatu hal yang dapat dibangun bersama.

Menikah tak selalu harus dimulai dengan cinta, tapi harus dimulai dengan ridhaNya.

Selalulah percaya, Allah tahu yang terbaik untuk kita.
Thanks for always believing me, mas.
Semoga Allah meridhai pernikahan kita. :)
Love you~




















Tak harus sama, tp harus sevisi. Tak harus semadzhab, tapi harus seislam.

Kata Fahd kurang lebih begini, Rumah tangga adalah bagai rumah dengan tangga di dalamnya. Tiap tangga mewakili fase menuju kedewasaan. Jika tangga itu rusak, bukan berarti kita harus berpindah rumah dan berganti rumah baru, tapi yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki tangganya.

Allahu a'lam bish showab.
Semoga Allah meridhai kita semua.

Semangaaat!

Minggu, 01 Februari 2015

Dunia Ini Karya Seni Tuhan - #BIOARTNERGY

Diposting oleh Camelia di Minggu, Februari 01, 2015 0 komentar

Hai, karena aku sok sibuk dan lama nggak posting, jadi aku pengen bayar utang dengan posting sebanyak-banyak yang aku bisa. Secara selama aku nggak posting itu sebenernya banyak hal yang kulakukan, banyak tempat kudatangi, banyak gunung kudaki, lautan kusebrangi, tapi belum sempat dilaporkan di sini. Ahaha.. tunggu cerita saya komandan! *hormat*

Selamat Datang! >0<

Oke, postingan kali ini, aku pengen cerita waktu jalan-jalan ke Bioartnergy. Uopo kuwi? Jadi ini adalah pameran yang diprakarsai temen-temen dari Pertanian UGM, khususnya yang berkecimpung di ranah mikrobiologi. Selain temen-temen dari pertanian, ada temen-teman dari Biologi juga.

Pameran ini, bertujuan untuk menunjukkan sisi melankoli dari ilmu eksak *tenane?. Yah.. alasan itu aku ngasal aja, sih. Sebagai pengamat pameran, yang aku simpulkan dari pameran ini adalah, ternyata si kecil mikrobia, dapat dikemas dan menjadi karya seni yang cantik. Pada dasarnya dunia dan isinya ini memang keajaiban. Luar biasa. Bahkan dari makhluk yang tak tampak pun Allah menitipkan keindahan. Bio – Art – (e)Nergy.

Ini foto-foto yang kuambil di sana. Bahkan sebagai Biolog pun aku takjub dengan karya-karya para mahasiswa itu. Nggak bisa deh kayaknya kalo nggak punya art sense. Manis dan banyak warna menarik. Yuk, kita intip dikit suasana di sana yang bisa kerekan sama aku.

Ini berasal dari sari buah dan sayuran yg sudah diapa-apain, namanya apa aku lupa. Ah, namanya Spirit!



Rumus fermentasi


Ratna sama Nia, mau minum anggur?


Ada muralnya, bro!


Lukisan wajah pake koloni kapang


Mural lagi


Foto-foto sepanjang tangga


Small world, so cute!


Kartun unyu. Sang profesor lagi bikin blood agar (sebagai makanan mikrobia)


Roti berjamur yang keras. Jangan dimakan!


Cute microbe's world again!



























Cantik-cantik, kan? ini belum semua yang dipamerkan, lho.. di sana sempet icip-icip hasil fermentasi, icip-icip cokelat handmade, dan selfie #tetep. Baiklah, semoga di tahun 2015 ini ada Bioartnergy lagi. Tentu saja yang lebih kece. Mungkin bisa ditambah ranah lain selain mikrobiologi. Dunia dan isinya itu seniiii!

Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Rabu, 21 Januari 2015

Selasar [Part 1]

Diposting oleh Camelia di Rabu, Januari 21, 2015 0 komentar
Suasana tenang seperti biasa. Angin semilir menyentil pipi seorang gadis yang asyik dengan buku bacaannya. Tidak seperti kemarin, hari ini matahari bersinar cerah, namun tidak terlalu panas. Berawan. Rasanya jadi mengantuk. Mata sang gadis mulai sayu saking nyamannya suasana pagi ini. Jika namanya tak dipanggil, mungkin ia benar-benar akan tertidur.
“Bu Elma!”
“Ah, ya? Ada pertanyaan?” Gadis itu menjawab dengan mata yang ditegar-tegarkan. Melawan tidur. Suasana dalam kelas sungguh syahdu. Tenang. Anak-anak khusyuk menulis cerita. Beberapa ada yang sedikit gaduh berbisik-bisik. Tapi tak terlalu mengganggu.
“Ini, bu.. Kalau menulisnya lebih dari dua halaman boleh? Kurang sedikit lagi.”
“Tadi persyaratannya bagaimana mas Farikh?”
“Minimal satu halaman, maksimal dua halaman.”
“Jadi?”
“Nggak boleh.”
“Mas Farikh pintar sekali mengarang, bu Guru tahu. Nah, coba sekarang buat cerita lebih pendek dari biasanya. Bisa?”
“Iya, bu.”
“Sip, yang lain ada yang ingin bertanya? Ya, mbak Sari?”
“Kalau sudah selesai di kumpul dimana, bu?”
Senyum Elma mengembang. “Sudah? Wah, cepat sekali! Boleh dikumpul di meja bu Guru.”
Gadis kecil berjilbab itu maju mengumpulkan bukunya.
“Boleh istirahat, bu?”
“Iyap, yang sudah selesai, boleh istirahat, anak-anak.”

“Yeeeey!” Sari berlari kegirangan menuju kantin. Mau jajan. Anak-anak lain terlihat menjadi lebih fokus dan terdengar saling berbisik, “Ayo cepetan, ayo cepetan” karena ingin lebih duluan istirahat. Hanya ada dua anak yang tetap tenang. Farikh dan Laila.

Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Me

Diposting oleh Camelia di Rabu, Januari 21, 2015 0 komentar
Kini, bunga rumput yang berjuang lulus ini, sudah jadi guru.
Berkumpul dengan anak-anak
Belajar bersama anak-anak
Alhamdulillah..
I wanna learn so much more. :)

Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Hai!

Diposting oleh Camelia di Rabu, Januari 21, 2015 0 komentar
Hai!

Hidup itu tersusun dari berbagai fase. Ada fase yang berlangsung lama, ada yang hanya sebentar. Perpindahan fasenya pun bermacam-macam, ada yang cepat, ada yang lambat. Ada kalanya, kita dapat merencanakan masa depan, namun seringkali kita musti legowo ketika apa yang kita rencanakan mengalami perubahan. Sedikit, maupun banyak. Pun bisa jadi terjadi manuver yang tiba-tiba merubah alur hidupmu, menjadi katalis menuju fase berikutnya.

Hai!
Aku tahu, telah lama tak pernah menyentuh blog ini. Rindu? Tentu saja. Tapi seringkali yang kulakukan hanyalah menengok blog ini sebagai pembaca biasa. Tanpa log in. Sekalinya log in, nggak tau musti nulis apa.

Hai!
Pernahkah kau merasa hidupmu seperti drama? Oh, rite. Hidup memang drama. Hahaha.. seharusnya tak kutanyakan. But sometimes i feel there are too much drama in my life. Or is it because i never know others drama? Maybe.

Ini sudah 2015.
Banyak perubahan dalam hidupku.
Sebagian mengikuti alur, sebagian lain memotong alur. Mempercepatku menuju fase yang lain.
Tahun lalu, 2014 adalah tahun yang sangat sibuk. Kupikir 2013 adalah tahun tersibukku karena muncul banyak kejadian  yang merubah hidupku. Nyatanya, 2014 memiliki cerita lebih banyak. Lengkap dengan segala dramanya. Atau jangan-jangan setiap tahun kita akan merasakannya sebagai tahun tersibuk? Kalau begitu, bisa jadi tahun ini, 2015 akan menjadi tahun paling sibuk selama tiga tahun ini. Bisa jadi? Bukankah sudah tentu? #eh

Oke, kembali lagi, Hai!
Mari kita bercerita lagi. Mengasyikkan diri dengan pengalaman dan memori. Belajar melalui tragedi. Dan mempercantik hati tanpa materi.

Bunga rumput adalah bunga yang sulit dicabut, tahan diinjak, dan tetap cantik. Relatif.
Tapi ia sederhana.
Cukup.
Semoga kau masih mau mendengar ceritaku! :)

Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Senin, 01 September 2014

1st Day Writing Challenge: Yourself

Diposting oleh Camelia di Senin, September 01, 2014 0 komentar
Hai! ^^

Siapa kamu? Apa yang akan kamu jawab ketika sesorang bertanya padamu demikian?

Namaku Rizqia Annisa. Aku suka bunga rumput. Bunga yang lain juga suka, sih.. >.<
Dari dulu, aku selalu tertarik dengan perasaan dan jalan pikir. Aku penasaran dengan perasaan semua orang dan suka mengira-ira apa yang dipikirkan mereka. Waktu kecil, aku pernah berpikir sambil mengamati orang-orang di sekitarku. Kurang lebih begini,

Apakah aku hidup? Apakah orang-orang itu hidup? Apakah orang-orang ini bisa berpikir? Atau Cuma aku yang berpikir? Lalu untuk apa ada mereka kalau mereka tidak berpikir? Apa untuk aku? Tidak mungkin untuk aku, buat apa? Berarti mereka berpikir. Lalu, apa yang mereka pikirkan? Apa semua pikiranya berbeda-beda?”

Kalimat tersebut tentu saja sudah dibahasakan dengan bahasa yang aku pahami sekarang. Karena aku lupa bagaimana bahasa pikiranku waktu kecil. Yang aku ingat cm cara berpikirku. :D

Jadi intinya, karena bekal penasaran tentang rasa dan pikiran itulah aku mencari tentang diriku. Iya, rasa penasaran itu dimulai dari diriku sendiri. Seperti apa aku? Bagaimana caraku berpikir? Kenapa aku begini? Kenapa aku begitu?

Aku sempat nggak kenal diriku sendiri. Jadi aku harus selalu punya alasan kenapa aku jarang nangis? Kenapa aku gampang marah karena hal-hal tertentu? Karena mengenal diri sendiri itu merupakan langkah awal sebelum mengenal Allah. Jadi, aku tambah semangat.

Semakin dewasa, semakin banyak ilmu tentang pengenalan diri yang aku pelajari. Banyak ilmu psikologi populer yang membantu aku mengenali diri sendiri. Ilmu itu juga menjadi bekal buatku untuk mengenali orang lain. Bahkan ketika aku sedang penasaran apakah aku ekstrovert atau introvert, aku rela begadang sampai pagi demi memuaskan rasa penasaranku. Rasa penasaran saat belajar psikologi dan dunia anak dapat memacu serotoninku dan membuatku susah tidur.

Sejauh ini, yang aku tahu dari diriku adalah:
*Sangunis-melankolis
*Ekstrovert dengan kecenderungan ambivert
*ESFP à Extravert, Sensing, Feeling, dan Percieving

Masih banyak lagi hal-hal kecil yang bakal panjang banget kalau dijelaskan dalam postingan ini. Kali waktu, mungkin bisa dibahas lagi. :D

Aku masih terus belajar mengenali diriku sendiri, sih.. Semoga kalian juga menemukan seperti apa diri kalian, ya! ^^

Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Kamis, 07 Agustus 2014

[LfU] Sekali Seumur Hidup

Diposting oleh Camelia di Kamis, Agustus 07, 2014 2 komentar
gambar disadur dari Halaman facebook ODOJ

Iya, jika memilih pasangan, aku selalu membayangkan, "Bisakah aku menghabiskan seumur hidupku dengannya?", "Bisakah aku percayakan diriku padanya?". Hidup jauh dari orang tua sejak SMP membuatku terbiasa untuk tidak tergantung, terutama lelaki. Ada rasa enggan menggantungkan apapun. Karena aku merasa akan kecewa. Sebenarnya perasaan tersebut tidak baik, namun dalam hidupku selama 20 tahun ini, banyak jenis pria yang membuatku merasa tak perlu menggantungkan diri pada pria. Yah.. tentu saja nggak smeua pria seperti itu, pria yang dependable juga banyak. Cuman, dari pada bergantung pada yang tidak pasti, perlulah bagi perempuan sepertiku untuk mengandalkan diri sendiri dengan bantuan Allah.

Seiring berjalannya waktu, seorang wanita tentu membutuhkan pria. Bukannya tidak bisa hidup sendiri, namun, perjuangan wanita itu di rumah. Sebagai seorang muslim, aku percaya bahwa wanita adalah penentu masa depan, pendidik generasi muda. Aku pun bercita-cita demikian, aku ingin menjadi ibu perdaban. Dan perjuangan itu dimulai dari rumahku. Aku ingin anak-anakku nanti bisa kubimbing sendiri, kebersamai hingga mereka dewasa. Aku yakin mendidik anak itu tidak mudah, mendidik tidak sama dengan membesarkan. Karena anak adalah amanah dari Allah. Oleh karena itu, aku membutuhkan pria yang bisa berjuang bersama, bisa aku andalkan untuk mendidikku. Pria yang bisa melengkapi kurangnya ilmuku. Pria yang mau repot mengurusi sifat burukku dan membersamaiku mendidik anak. Pria yang bisa mendidik keluarga. Karena sesungguhnya tugas orang tua tak hanya mendidik namun juga belajar. Aku ingin sebuah keluarga yang terus belajar, terus bertambah dewasa di tiap harinya. Keluarga yang akan kucintai sepenuh hati, sehingga tak ada alasan bagiku untuk ingin berpisah dari mereka, begitupun priaku nanti.

Menikah bukan perkara mudah. Namun juga tak perlu dipersulit. Asal bersama pasangan yang tepat, insya Allah akan mudah untuk dewasa bersama. Pasangan yang dapat saling menghormati, mebhargai, dan sabar satu sama lain. Bukan menambah tuntutan, namun belajar bersama. Pasangan yang saling menyempurnakan. Pasangan yang tak hanya melihat fisik. Karena aku tak mau sibuk mempercantik diri seumur hidupku karena takut ditinggalkan bila tak secantik yang diinginkannya.

Oleh karenanya, memilih pasangan harus benar-benar karena Allah. Bukan subyektivitas atau nafsu. Jika ada sedikit keraguan akan calon pasangan, maka tanyakan pada Allah. Karena pilihan Allah selalu tepat. Maka, aku tak akan terburu-buru menyatakan siapa pasanganku. Karena semua dapat berubah seiring waktu. Tangan Allah dapat membalikkan segala hal dalam sekejap. Aku berdoa, jika memang dia adalah pasangan yang Allah pilihkan untukku, ridaNya pasti akan membuat semua prosesnya lancar. Untuk membangun keluarga yang penuh berkah, harus dimulai dengan proses yang berkah.

Sekali, untuk seumur hidup.

Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Curhat Dikit

Diposting oleh Camelia di Kamis, Agustus 07, 2014 0 komentar
Happy Ied Mubarrak! >0<
Telat banget ngucapinnya. Tp berhubung masih syawal, jadi nggak masalah, ya~

Udah luamaaaaaaa banget ga nulis di blog ini. Luar biasa kangen. Alhamdulillah bisa nulis lagi, :D
Beberapa bulan ini diriku sibuk menyelesaikan kewajiban studi. Yap, skripsi. Bulan puasa kemarin adalah puncak-puncak perjuangan. Alhamdulillah Allah mengizinkan aku lulus pada hari-hari akhir puasa.
Saking konsennya ngerjain skripsi dengan berbagai tetek negeknya, sampai lupa kalau aku punya blog #eaaaa. Sampai seorang pembaca yang baik mengingatkanku akan blog ini. :)

Alhamdulillah, kalau kita berusaha benar-benar akan terbayar. Akhirnya lulus juga. Diriku sempat pesismis dan frustasi. Seberapa frustasi? Sampai aku pengen Drop Out aja dari kampus daripada membebani bapak *curhat dikit*. Tapi sisi hati yang lain nggak mau aku jadi pengecut. Aku harus bisa menyelesaikan apa yang kumulai. Walaupun nggak sebaik yang diharapkan, alhamdulillah selesai juga. Aku udah menyerah masalah IPK, buatku yang penting segera berakhir kuliah ini. Aku ingin beranjak menuju rencana-rencana yang lain. Semoga Allah meridhai.

Ingin membuat buku sebelum umurku 25 tahun. Semoga bisa. Mohon doanya ya.. ^^
Semangat! mari mulai menulis lagi! :D
Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Kamis, 29 Mei 2014

[Jajamu] Nyasar ke Museum

Diposting oleh Camelia di Kamis, Mei 29, 2014 0 komentar
Edisi kali ini aku nggak bener-bener jalan2 ke museum. Cuma foto-foto di depan museum di Kota Tua Jakarta. Jadi ceritanya, aku dan kawan-kawan Lendabook lagi ada acara di Jakarta, dan setelah cukup selo, kami pengen naik bus tingkat City Tour. Singkat cerita, kami nyasar sampai Kota Tua. Berhubung udah sore banget dan capake, alhasil, kami menikmati apa yang ada. Dan ternyata ada museum! Omai~

Langsung girang. Sayangnya, musemunya udah tutup. T-T
Ya udah, mumpung udah di sana, foto-foto aja. *edisi nggak mau rugi*
dan, inilah beberapa oleh-oleh yang didapat. :D

Museum Seni Rupa dan Keramik


Kantor Gubernur jaman dulu
Eh, ternyata koleksi fotoku belum lengkap. Nyusul yak~

 Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Minggu, 18 Mei 2014

[Sekeripsi Suka Suka] Secercah Harapan

Diposting oleh Camelia di Minggu, Mei 18, 2014 0 komentar
Perbarui niat!
Sungguh-sungguh!
Telaten!
Jangan buru-buru!
Hati-hati!
Sabar!
Jangan terkontaminasi!
Hindari bleeding!
Siapkan alat-bahan dengan benar!
Sterilisasi!
Berdoa!
Tawakal!

Alhamdulillah... muncul secercah harapan. :)
Sebetulnya postingan ini late post, sih.. tapi karena sibuk bersedih gara-gara kematian Karupin, jadi aku pending dulu. Akhirnya penelitianku menemui titik terang. Tanganku mulai terbiasa, dan aku mulai bisa telaten (aku orangnya suka cepet dan kurang telaten T.T). Jadi, dalam metode penelitianku ada beberapa tahapan berikut:
Persiapan mbedah

1. Inkubasi
2. Implantasi
3. Pembedahan

Saat paling rawan adalah implantasi. Karena ia akan mempengaruhi hasil nanti saat pembedahan. Waktu implantasi aku harus membuat jendela pada telur (fyi, obyek penelitianku adalah MKA telur ayam) ukurannya 1 x 1 dan nggak boleh pecah. Implan harus dimasukkan dengan tepat dan jangan sampai ada bleeding. Aku mengulang penelitian ini dari awal. Pada seluruh tahapan implantasi aku selalu merapal doa agar dimudahkan. Aku serahkan semuanya pada Allah. Semoga hasilnya baik.

Selesai implantasi, aku merasa hasilnya akan cukup baik, namun entahlah. Kita lihat saja waktu pembedahan nanti.

Masa pembedahan adalah masa yang menakutkan. Karena 'kenyataan' hidup akan datang ke hadapanku. Apakah hasilnya akan baik atau tidak, apakah aku akan gagal lagi? Apakah semuanya sia-sia? Dan berbagai ketakutan yang ada di otakku. Namun, pemberani itu adalah penakut yang menghadapi ketakutannya, jadi aku memutuskan untuk berani menghadapi ini. Yo iyolah.. aku wis hopeless, meh lulus kapan nek ra wani?

Aku mulai membedah dari telur yang hasil implantasinya kuanggap paling bagus.
Bismillah... *kres* gunting bedah mulai mencabik cangkang telur. Nothing happend (biasanya kalau rusak/mati akan ngeluarin cairan kecoklatan), kulanjutkan memotong cangkang dan yang muncul cairan bening (putih telur), aku mulai berharap. Dan... jeng jeng jeng... akhirnya data pertama setelah penelitian berbulan-bulan. Rasanya pengen sujud syukur seketika tapi nggak bisa karena lagi bawa spesimen. :')
Well, harapan mulai meningkat. Semangat meluap-luap. Yah.. walaupun nggak semua ulangan berhasil, setidaknya aku sudah tahu bahwa aku bisa. Itu yang kubutuhkan. Selanjutnya aku akan merasa lebih mudah untuk menjalaninya.

Hasil preparasi pembedahan pertama
Ternyata selama ini aku hanya butuh harapan yang muncul kembali. Hopeless membuatku frustasi dan menghindar. Alhamdulillah, semua karena kuasa Allah. Aku pernah berkata dalam hati, "Jika nanti ini berhasil, aku akan mulai aktif lagi nulis blog, ah.." Dan alhamdulillah aku sudah memulainya lagi. :')

Selalu ada jalan.

Doa andalanku adalah: Allahumma laa sahla idza ma ja'altahu sahla. Wa anta taj'alahuh huzna idza syi'ta sahla. :) "Ya Allah, tak ada kemudahan jika kau tak membuatnya mudah, dan tak ada kesulitan jika kau membuatnya mudah." Semoga Allah memudahkan seluruh pejuang skripsi di tanah air, khususnya di Biologi, lebih khusus lagi yang seangkatan sama aku. :3





Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/
 

Bunga Rumput Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei