Aku memelihara hamster
kujadikan avatar
...................................
Gila benar!
uangku berkurang makin hari
agaknya ada tuyul di sini
Esok hari,
kulihat hamsterku kekenyangan
giginya masih mengapit erat,
menggigit kepala Seokarno
Sabtu, 04 Mei 2013
Malam Itu Hujan Turun
Aku menuju tempatnya. Diantara sekian banyak malam, kenapa malam ini ? kukencangkan laju Satria-ku. Jalanan Jogja tetap terlihat ramai. Kulirik arloji di tangan kiriku, pukul 21.15
Mendung masih menggantung di langit. Setelah menumpahkan air seharian, masih belum cukup menghabiskan cadangan rupanya. Semoga tidak hujan. Nanti saja jika aku sudah selesai dengannya. Kumohon..
Sekali lagi kusesalkan, kenapa malam ini ? bukankah lebih baik ketika hari cerah ? setidaknya ada bintang. Bukan malam muram begini.
“Kamu bisa datang? Tolong, ya…” seperti biasa, suaranya di telepon selalu terdengar lebih lembut dan rapuh. Dan seperti biasa, aku tak dapat menolaknya. Yang bisa kulakukan adalah secepatnya mengeluarkan Satria-ku dari garasi dan memacunya secepat yang kubisa.
Lima belas menit perjalanan, dan aku sudah berdiri di depan rumah berdinding merah muda. Kulihat dia duduk di teras rumah. Sendiri. Menatap lurus ke depan.
“Aku sudah datang.”
“Ah, kau.. cepatnya! Duduklah ! mau kubuatkan cokelat panas ?” Dia berdiri.
“ Tak usah, duduklah saja.. aku ke sini bukan untuk minum cokelat.”
“Ah, kau.. masih seperti biasanya.” katanya. Ia kembali duduk. Aku duduk di sampingnya. Mata itu. Selalu penuh mendung. Selalu penuh. Aku tak bisa menatap mata itu terlalu lama.
“Jadi, ada apa ?” Tanyaku. Pertanyaan sama yang berkali-kali kutanyakan padanya dan dia tak pernah menjawabnya. Ah, tidak.. dia menjawabnya. Selalu sama.
“Tak ada apa-apa, cuma ingin kamu bersamaku malam ini.”
Jika sudah begini, mau bagaimana lagi ? aku hanya duduk.
“Ah, komikku belum kau kembalikan, kan? Tadi koleksiku masih kurang tiga. Ayo kembalikan!” dia tersenyum. Tak menatapku. Tentu saja.
“Iya. Udah deh.. buat aku aja. Lagian kamu dah nggak baca lagi, kan?”
“Nggak mau! Aku susah payah ngumpulin, tau!” Jawabnya sambil merengut.
“Iya, deh.. bentar lagi.”
“Hahaha.. kamu itu, selalu aja gitu..” Dia tertawa. Lalu menghela napas.
“Malam ini indah , ya..” katanya.
“iya.”
“Aku selalu suka malam. Apalagi malam setelah hujan. Bau tanah, jalan yang bersih, udara yang sejuk…”
“Tapi dingin.” Potongku.
“Tapi nyaman.. “ Dia tersenyum. Aku tak bisa membantahnya. Diam.
Sialan! Hujan turun lagi.
Wajahnya.. Aku tak bisa menatap wajahnya jika hujan turun. Wajahnya, senyumnya, lesung pipitnya, aku tak bisa melihat itu semua. Dia terdiam. Aku terdiam. Lama.
********************************************************************
Dia gadis berkacamata. Manis. Setiap sabtu selalu membeli komik bersama kekasihnya. Seperti malam ini. Dia mengunjungi toko buku ini. Lagi-lagi membeli komik. Kekasihnya tak tampan menurutku. Masih lebih tampan aku. Ah, dia tersenyum lagi. Tertawa. Manisnya.
“Mas !” Ah, dia memanggilku.
“Komik ini yang terbaru di sebelah mana? Kok di barisan komik baru nggak ada?”
“Oh, sebentar saya carikan di katalog dulu ya, mbak..”
Haha.. mana mungkin aku tak tahu komik itu. Aku hanya mengulur waktu. Dia sepertinya tak acuh, masih ngobrol ceria dengan kekasihnya. Sepertinya kekasihnya lelaki yang baik. Walau benci untuk mengakuinya. Mereka memang benar-benar cocok. Dammit! Seandainya aku ada di posisi itu. Sialnya, walau aku lebih tampan dari dia, berusaha tampil keren tiap shift hari Sabtu, gadis itu tetap tak melirikku. Hah, siapa aku ? Gadis kasmaran itu tak mungkin melihat lelaki lain selain kekasihnya.
“Wah, stoknya habis, mbak. Mungkin beberapa hari lagi baru restock dari cabang lain. Mohon maaf..“ Kataku sambil menatap matanya.
“Yah…” Dia kecewa, muka cemberutnya itu manis sekali. Ouh!
“Ya sudah, makasih ya, mas.. “ Ekspresinya berubah, ramah. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.
********************************************************************
“Aku suka malam. sangat suka. malam itu.. indah.. “ Katanya suatu ketika.
“Entah sejak kapan aku suka malam. Malam itu indah dengan segala gemerlap lampunya. Palsu memang, tapi indah. Orang bilang malam itu menyeramkan, apalagi tengah malam. Tapi aku selalu bilang, malam itu indah. Kenapa, ya? Haha.. padahal sebagian besar yang ada pada malam itu dusta. Anak gadis terlihat lebih cantik di malam hari. Warna baju terlihat lebih indah, air mata dan sipu malu tak jelas terlihat. Tapi dari segala kedustaannya, malam menyimpan kepolosan. Kepolosan yang tak bisa kudeskripsikan. Kepolosan dalam lampu jalanan, kepolosan dalam senyum di tepi jalan, kepolosan dari angin yang berhembus, bintang yang berkilau dan kepolosan dalam udara basah.” Dia terus bicara, aku hanya diam.
”Ah, ada lagi yang kusuka dari malam. Suara jangkrik, katak dan hewan malam lain membuatku tak merasa kesepian. Lain dengan siang. Semua terlihat jelas saat siang, sehingga orang menyembunyikan perasaannya. Malam hari, membuat orang terluka berani menangis.. walau hal ini nggak berlaku pada semua orang. Sekali lagi, malam itu cantik.” Dia tersenyum. Melanjutkan bicara. Aku masih diam.
Dia ambil helaan napas, “Aku mencintai malam.”
Kalau sudah begini aku bingung harus merespon apa? Jadi aku tetap diam.
Dia diam.
“Tak terasa kita sudah sedekat ini, ya..” Aku memecah keheningan.
“Iya, kau sahabat terbaikku.” Dia tersenyum, menatapku. Entah mengapa hatiku sakit sekali.
Hujan turun.
Sore yang muram.
Tapi tentu tidak untuknya. Lihat, dia tersenyum menatap hujan. Dia beranjak. Aku hanya menatap tubuhnya berjalan mendekati hujan. Sedikit demi sedikit bajunya basah. Sore ini jalanan depan rumahnya cukup lengang. Ia berdiri di trotoar, menghadap langit. Matanya terpejam. Dia masih tersenyum. Senyum yang selalu sama. Kamu belum bisa tersenyum?
********************************************************************
Aku masih ingat dengan jelas. Kejadian itu terjadi di depan toko tempatku bekerja. Aku tak mungkin bisa lupa. Wajah kekasihmu, wajahmu, dan darah yang berceceran. Dari semua kenangan tentang hari itu. Wajahmu yang paling kuingat. Datar, tanpa ekspresi. Kenapa kau tak menangis? Aku tahu betapa sakitnya kehilangan orang yang kau cintai. Maaf aku tak bisa memelukmu. Aku beku. Maaf tak bisa mengusap air matamu. Karena kau tak menangis.
Kau masih diam, dengan wajah beku kau minum air mineral yang diberikan padamu. Kau duduk di tepi jalan. Memandangi kekasihmu yang kubawa ke ambulans. Kekasihmu itu pria yang baik, ya.. dia hendak melamarmu malam itu. Benar, aku menyentuh kotak cincin di saku celananya.
********************************************************************
Sore ini, aku ke tempatmu lagi.
Kau di rumah?
Pintumu rumahmu terbuka. Ah.. aku masuk saja. Menuju kamarmu. Aku akan mengagetkanmu dengan kedatanganku. Sudah terbayang bagaimana kamu kaget dan kita tertawa bersama.
Hah?!
Astaga!
“Apa yang kau lakukan?!” Teriakku.
Dia kaget sejenak. “Ah, kau.. kebetulan sekali. Aku bingung setelah ini bagaimana. Hmm.. Sepertinya mulai sekarang aku akan sering merepotkanmu.” Dia tersenyum.
Apa-apaan itu? Wajah itu, gunting itu, mata itu! Mengapa?! Mengapa kau tersenyum? Mengapa kau butakan dirimu?
Tak bisa. Aku tak bisa menahannya. Sontak aku memeluknya.
“Hei, kenapa kau menangis ?” Dia bertanya. Bodoh! Mana bisa kujawab? jika kau tak bisa menangis, biar aku yang menangis untukmu. Aku memeluknya dengan erat.
********************************************************************
“Tadi, kau bilang apa?” Tanyanya.
“Aku ingin melamarmu.” Kataku “Dengan cincin ini.”
“Tadinya aku mau bilang begitu..” Sambungku. “Tapi ini bukan milikku. Aku menemukannya di saku kekasihmu.” Aku menyodorkan kotak cincin merah muda.
Dia diam.
“Ambillah.. “ kuletakkan kotak itu dalam genggamannya.
“Tapi aku serius ingin jadi kekasihmu.”
Dia diam.
Aku menunggu kata yg akan diucapkannya. Sungguh menyiksa. Terasa sewindu.
“Baiklah, tapi aku tak bisa mencintaimu.”
Aku terdiam.
********************************************************************
Ternyata tak lama kemudian hujan reda.
“Kau masih belum bisa menangis?” tanyaku.
“Tentu saja, bagaimana aku bisa menangis, jika aku sudah tak punya mata ?”
“Kau juga gila sampai membutakan matamu sendiri.” Aku berujar. Pembicaraan seperti ini, sempat membuatku ngeri. Kini, rasanya sudah hambar.
“Tak apa, aku tak ingin melihat bayangan dia di setiap benda yang kulihat. Aku tak ingin terus menerus melihat kebohonganmu demi melindungi perasaanku. Dan yang jelas, aku tak perlu melihat hujan.” Dia berujar.
“Mengapa hidupmu begitu sulit?”
“Tidak sulit, aku hanya sudah tak bisa menangis. Aku mencintai malam, dia mencintai hujan, dan kau mencintaiku. Aku sedih. Aku sudah tak bisa menunjukkannya. Jadi, aku memilih tak usah melihat kesedihan. Cukup kurasakan saja. Tanpa tangisan, kesedihan dan senyuman sudah menjadi karib. Jadi kamu tak perlu khawatir.” Sekali lagi dia berujar yang tak kumengerti kecuali bagian aku mencintainya.
“Yang sulit itu hidupmu, kau menangis untukku, mencintaiku, namun aku tak pernah bisa menghapus bayang-banyang dia dariku. Kenapa kau tetap menunggu di sampingku?” Dia bertanya padaku.
“Karena kau membutuhkanku.” Jawabku.
“Haha… ngomong-ngomong, kamu sudah jarang menangis ya?”
Benar. Aku sudah jarang menangis. Ah, buat apa menangis? Kesedihan ini sudah terlampau putih, hampir transparan. “Kau masih mencintai malam, dia masih mencintai hujan, aku masih mencintaimu, dan kamu tetap buta. Semuanya tak akan berubah dengan tangisan. Yang jelas kini aku bersamamu. Yang jelas, kini aku kekasihmu. Yang penting aku datang saat kau butuh. Dan kau selalu di sini, itu sudah cukup.”
“Ya..” Timpalmu, “Nanti, jika aku sudah bisa menangis, kau mau menemaniku menangis?” Tanyanya.
“Ya.” Tak ada jawaban lain yang ada di otakku.
“Walau tanpa air mata?”
“Walau tanpa air mata.”
“Baiklah, Aku yakin kita bahagia. Ah, semoga pagi nanti matahari tidak terlalu garang..” Dia tersenyum.
Semoga, ketika pagi datang.. aku sudah selangkah menuju tempatmu. Merasakan apa yang kau rasa. Menangis bersama, walau tanpa air mata.
Dan hujanpun kembali turun.
Yogyakarta, 28 Februari 2013
Mug Kesayangan?
Aku bingung sendiri dengan fenomena ini (duh, bahasanya!). jadi ceritanya, aku punya Mug dari Alfamart. udah lupa sejak zaman kapan. kalo nggak salah sejak 2010. Mug itu pernah pecah dan aku tambal pakai solatip/solasi/isolasi/plester, dan berhasil menemaniku sampai 2013 ini.

Singkatnya, kenapa sampai aku bikin postingan ini adalah karena kemarin mug itu pecah lagi. yang lebih mengherankan adalah, aku mau-maunya nambal mug itu lagi. Aku sendiri bingung. apa aku sayang sama mug itu, ya? padahal cuma aku pake buat tempat koin (sekarang tempat pensil) gara2 bocor kalau buat minum. Kalau dipikir-pikir, mug itu bukan mug istimewa. biasa aja. cuma dapet gratisan di alfamart. pun aku juga bukan penggemar alfamart. jadi, kenapa? bahkan mug Zakumi yang aku suka aca pas pecah langsung kubuang.
Entahlah, mungkin karena mug Zankumi-ku pecahnya terlalu parah, atau karena aku terlalu sayang membuang mug yang masih bisa digunakan. yah, mungkin emang cuma sayang kalau ngebuang mug. pada dasarnya aku emang penyuka mug, sih.. selama masih bisa diperbaiki, mending diperbaiki aja. toh, masih bisa dipakai walau buat tempat pensil. :)
![]() |
| pas masih jd tempat koin |

Singkatnya, kenapa sampai aku bikin postingan ini adalah karena kemarin mug itu pecah lagi. yang lebih mengherankan adalah, aku mau-maunya nambal mug itu lagi. Aku sendiri bingung. apa aku sayang sama mug itu, ya? padahal cuma aku pake buat tempat koin (sekarang tempat pensil) gara2 bocor kalau buat minum. Kalau dipikir-pikir, mug itu bukan mug istimewa. biasa aja. cuma dapet gratisan di alfamart. pun aku juga bukan penggemar alfamart. jadi, kenapa? bahkan mug Zakumi yang aku suka aca pas pecah langsung kubuang.
Entahlah, mungkin karena mug Zankumi-ku pecahnya terlalu parah, atau karena aku terlalu sayang membuang mug yang masih bisa digunakan. yah, mungkin emang cuma sayang kalau ngebuang mug. pada dasarnya aku emang penyuka mug, sih.. selama masih bisa diperbaiki, mending diperbaiki aja. toh, masih bisa dipakai walau buat tempat pensil. :)![]() |
| tempat pensil penuh tambalan |
Hatta: Si Bung yang Jujur dan Sederhana
| Buku Pak Hatta bersama Sunny ^0^ |
ini postingan pertamaku tentang resensi buku. pengennya sih, nanti bakalan ada postingan selanjutnya tentang resensi bukuku. bukan bermaksud promosi, sih.. ^^ cuma pengen berbagi pendapat aja.
nah buku yang mau kubahas adalah:
Hatta: Si Bung yang Jujur dan Sederhana
buku ini sebuah biografi singkat tenang pak Hatta. diterbitkan oleh Penerbit Ar-Ruzz media. mengisahkan perjalanan hidup pak Hatta, namun lebih fokus ke perjuangan beliau, keluarga, polemik, dan sifat-sifat khas beliau. Tebal buku ini cuma 158 halaman. jadi, lumayan untuk bacaan ringan setelah penat kuliah. apalagi banyak sifat pak Hatta yang menginspirasi.
Biografi memang terkesan 'berat', berbahasa resmi, penuh bukti2, nggak nyantai lah.. tapi tenang aja, kisah-kisah pak Hatta disampaikan oleh Adhe Firmansyah secara mengalir di buku ini. lebih seperti membaca cerita. namun tentu saja nggak kayak baca kumcer atau novel. :)
dari ketiga buku tentang pak Hatta yang kumiliki, buku ini yang paling ringan dan enak dibaca. :D. Cover buku ini juga lucu, menggunakan karikatur pak Hatta. cocok untuk yang pengen tahu tentang pak Hatta, tapi nggak suka baca biografi.
udah gitu aja, semoga bermanfaat. ^0^
selamat membaca!
nah buku yang mau kubahas adalah:
Hatta: Si Bung yang Jujur dan Sederhana
buku ini sebuah biografi singkat tenang pak Hatta. diterbitkan oleh Penerbit Ar-Ruzz media. mengisahkan perjalanan hidup pak Hatta, namun lebih fokus ke perjuangan beliau, keluarga, polemik, dan sifat-sifat khas beliau. Tebal buku ini cuma 158 halaman. jadi, lumayan untuk bacaan ringan setelah penat kuliah. apalagi banyak sifat pak Hatta yang menginspirasi.
Biografi memang terkesan 'berat', berbahasa resmi, penuh bukti2, nggak nyantai lah.. tapi tenang aja, kisah-kisah pak Hatta disampaikan oleh Adhe Firmansyah secara mengalir di buku ini. lebih seperti membaca cerita. namun tentu saja nggak kayak baca kumcer atau novel. :)
dari ketiga buku tentang pak Hatta yang kumiliki, buku ini yang paling ringan dan enak dibaca. :D. Cover buku ini juga lucu, menggunakan karikatur pak Hatta. cocok untuk yang pengen tahu tentang pak Hatta, tapi nggak suka baca biografi.
udah gitu aja, semoga bermanfaat. ^0^
selamat membaca!
Categories
hobi,
resensi buku
Selasa, 23 April 2013
Senin, 18 Maret 2013
Pinku Pinku
Mau cerita tentang hadiah dari temen2. terimakasih.. ^0^dan entah kenapa lagi2 pink. kata mereka sebelum menyerahkannya padaku, "Ini agak sarkasme"
Hah? apaan? aku penasaran. ternyata isinya jam imut2 warna pink ini.
kenapa mereka bilang sarkasme? karena kesannya nyindir aku yang sering telat kuliah dan telat bagun pagi (abis subuh kadang zzzzz.. -_- #my bad), dan sialnya, aku kesiangan bukan karena ga ada jam atau alarm, tp emg akunya yg bebal. T.T
kalau bukan orang yang mbangunin kayaknya rada sulit buatku.
jadi, aku malah bilang, "sebenernya ku udah punya jam, sih.." (sambil nggak enak ati).
"yo nggak apa-apa, buat nambah2,"
hoh, haha..oke, baiklah.
jadinya di kamarku sekarang ada 3 jam. semuanya jam meja, dan 2 diantaranya nggak dipakein batre alias mati. :D
inilah mereka disandingkan bertiga. ^0^
![]() |
| dari kiri ke kanan: jam makkah, jam pinku, mung tambalan, jam aja |
#dan betapa kagetnya saya ketika tau bahwa postingan tahun lalu judulnya juga Pinku Pinku :O
udah deh, gitu aja. terimakasih.. :D
Categories
aku
Sabtu, 02 Maret 2013
KARA Bye Bye Bye Happy Days video+ lyric
it's unreleased yet. but, the song is too cute.. >.<
hope you like it.
LYRIC:
Nakanaide, kyō wa tabidachinohi.
Shibaraku aenakute mo, zuttozutto tomodachida yo ne.
Min'na ni deaete yokatta.
Susumu michi wa chigatte mo, yume wa akiramechadame.
Saigo no chaimu, mada narasanaide.
Zutto kakushite ita kono kimochi tsutaetai, shinkokyū.
Bai bye bye namida fuite sayonara.
Hora mirai ga te maneite iru.
Issho ni sugoshita happī days.
Tokei wa mō modosenaikara yukkuri mae o aruite ikou.
Magarikunetta michi no mukō, korekara mo tsudzuku happī days.
Arigatō mataauhimade.
Mataauhimade. Mataauhimade.
Omoide tsumatta arubamu, min'na no messēji
Dore mo sabishisa nokorukedo, Nakanai yo kyō wa hajimari no hi
Sorezore no shiawase kokorokara nega~tsu teru yo.
Saigo no chaimu, nari owaru kara Kanawanai to omoikonde ita kataomoi wa, yosō-gai.
Bai bye bye tewotsunaide sayonara.
Hora mirai ga hohoende iru.
Junpūmanpan rakkī days.
Maiagaru sakura no shimo, yukkuri mae o aruite ikou.
Mabushi sugiru hikari no mukō zenbu kanau mono happī days.
Wasurenai itsu itsu made mo.
Korekara ayumu mirai, kitto nayan dari mo surudeshou.
Demo zettai daijōbu, ikutsu ni natte mo
Ima datte omotta sono basho ga Start line.
Hontōni kyō no kyōmade sasaete kurete arigatō ne.
Tsutae kirenai yo
My tsurū love Ashita kara atarashī hibi ganbarerukara.
Bai bye bye namida fuite sayonara.
Hora mirai ga te maneite iru.
Issho ni sugoshita happī days.
Tokei wa mō modosenaikara yukkuri mae o aruite ikou.
Magarikunetta michi no mukō, korekara mo tsudzuku happī days.
Arigatō ...
mataauhimade. Mataauhimade.
credit: Isnani budi-Karanesia
hope you like it.
LYRIC:
Nakanaide, kyō wa tabidachinohi.
Shibaraku aenakute mo, zuttozutto tomodachida yo ne.
Min'na ni deaete yokatta.
Susumu michi wa chigatte mo, yume wa akiramechadame.
Saigo no chaimu, mada narasanaide.
Zutto kakushite ita kono kimochi tsutaetai, shinkokyū.
Bai bye bye namida fuite sayonara.
Hora mirai ga te maneite iru.
Issho ni sugoshita happī days.
Tokei wa mō modosenaikara yukkuri mae o aruite ikou.
Magarikunetta michi no mukō, korekara mo tsudzuku happī days.
Arigatō mataauhimade.
Mataauhimade. Mataauhimade.
Omoide tsumatta arubamu, min'na no messēji
Dore mo sabishisa nokorukedo, Nakanai yo kyō wa hajimari no hi
Sorezore no shiawase kokorokara nega~tsu teru yo.
Saigo no chaimu, nari owaru kara Kanawanai to omoikonde ita kataomoi wa, yosō-gai.
Bai bye bye tewotsunaide sayonara.
Hora mirai ga hohoende iru.
Junpūmanpan rakkī days.
Maiagaru sakura no shimo, yukkuri mae o aruite ikou.
Mabushi sugiru hikari no mukō zenbu kanau mono happī days.
Wasurenai itsu itsu made mo.
Korekara ayumu mirai, kitto nayan dari mo surudeshou.
Demo zettai daijōbu, ikutsu ni natte mo
Ima datte omotta sono basho ga Start line.
Hontōni kyō no kyōmade sasaete kurete arigatō ne.
Tsutae kirenai yo
My tsurū love Ashita kara atarashī hibi ganbarerukara.
Bai bye bye namida fuite sayonara.
Hora mirai ga te maneite iru.
Issho ni sugoshita happī days.
Tokei wa mō modosenaikara yukkuri mae o aruite ikou.
Magarikunetta michi no mukō, korekara mo tsudzuku happī days.
Arigatō ...
mataauhimade. Mataauhimade.
credit: Isnani budi-Karanesia
Selasa, 26 Februari 2013
Magang Ceria
Jadi ceritanya aku magang di Taman Safari II Prigen (to the point banget ya.. -_-a). asyik banget pokoknya. di sana 2 minggu ketemu teman2, mas-mas, mbak-mbak, bapak ibu yang baik dan mau banget bantu dengan mentransfer ilmu yang mereka miliki.
nggak usah banyak cerita, langsung cek foto-fotonya aja, yuk.. ^_^
magang kemarin, aku ditugaskan di bagian Gajah. dan aku baru menyadari bahwa gajah itu besar. Dari dulu dah tahu sebenernya, cm baru benar-benar 'sadar'.
udah dulu deh.. ntar disambung lagi.. :)
nggak usah banyak cerita, langsung cek foto-fotonya aja, yuk.. ^_^
magang kemarin, aku ditugaskan di bagian Gajah. dan aku baru menyadari bahwa gajah itu besar. Dari dulu dah tahu sebenernya, cm baru benar-benar 'sadar'.
udah dulu deh.. ntar disambung lagi.. :)
Minggu, 24 Februari 2013
Sahabat 1
Sahabat.
Untuk seorang sahabat yang ada di sana, aku berterimakasih kau telah menjadi sahabatku. walau bukan seperti persahabatan di tivi-tivi, kemana-mana bareng, ngerti semua rahasia, dsb., kamu adalah sahabat baikku.
entah kamu sadar atau tidak, aku banyak mendapat hal positif darimu. kamu, membuat aku ingin menjadi lebih baik lagi. memang benar, ya.. ada orang yang keberadaannya telah menyebar kebaikan pada sekitar.
maaf karena aku belum menjadi sahabat yang baik untukmu. maaf karena kita sudah jarang bertemu.
Jika Allah mengizinkan, semoga kita tetap bersahabat. bersahabat karena Allah. Aku tahu, kamu punya banyak sahabat. Dan aku bukanlah sahabat yang punya andil besar dalam hidupmu. Aku hanya berharap aku tak menjadi cobaan bagimu.
kau tahu, Aku juga punya banyak sahabat selain kamu. dan mungkin malah lebih tau banyak tentangku daripada kamu. Tapi, kamu banyak memberiku energi positif. membuatku terpacu menjadi lebih baik lagi. InsyaAllah..
terimakasih untuk seorang sahabat di sana. Semoga Allah meridhai persahabatan kita.
ps. maaf, aku pernah berprasangka padamu, cemburu padamu. innallaha ma'aki
Untuk seorang sahabat yang ada di sana, aku berterimakasih kau telah menjadi sahabatku. walau bukan seperti persahabatan di tivi-tivi, kemana-mana bareng, ngerti semua rahasia, dsb., kamu adalah sahabat baikku.
entah kamu sadar atau tidak, aku banyak mendapat hal positif darimu. kamu, membuat aku ingin menjadi lebih baik lagi. memang benar, ya.. ada orang yang keberadaannya telah menyebar kebaikan pada sekitar.
maaf karena aku belum menjadi sahabat yang baik untukmu. maaf karena kita sudah jarang bertemu.
Jika Allah mengizinkan, semoga kita tetap bersahabat. bersahabat karena Allah. Aku tahu, kamu punya banyak sahabat. Dan aku bukanlah sahabat yang punya andil besar dalam hidupmu. Aku hanya berharap aku tak menjadi cobaan bagimu.
kau tahu, Aku juga punya banyak sahabat selain kamu. dan mungkin malah lebih tau banyak tentangku daripada kamu. Tapi, kamu banyak memberiku energi positif. membuatku terpacu menjadi lebih baik lagi. InsyaAllah..
terimakasih untuk seorang sahabat di sana. Semoga Allah meridhai persahabatan kita.
ps. maaf, aku pernah berprasangka padamu, cemburu padamu. innallaha ma'aki
Categories
hatiku
Minggu, 17 Februari 2013
Aku Bertekad Pengen Nulis
Aku bertekad dalam hati bakalan menceritakan pengalaman Kerja Praktekku di sini. tapi u know what? tiap malem udah kecapekan dan nggak mikir buat nulis di sini. Malah fesbukan. hahaha..
oke deh, aku bakal cerita di sini. tapi nggak janji bakal rajin. haha...
ngumpulin mood dulu.. wkwkwk..
oke deh, aku bakal cerita di sini. tapi nggak janji bakal rajin. haha...
ngumpulin mood dulu.. wkwkwk..
Langganan:
Postingan (Atom)




