Selasa, 24 April 2012

Kejar Setoran

Diposting oleh Camelia di Selasa, April 24, 2012 1 komentar
Aku lagi kesambet semangat ^.^d. Semangat lagi berapi-api. kebetulan juga semester ini lagi berkonsentrasi penuh ngajar privat SD-SMP. Kalau dulu cuma asal ngajarin, sekarang punya orientasi. Balik kampus, ngelesin. Kadang ampe malem. Jadwal ngelesin juga bejibun, sekitar 10 kali seminggu. Berasa banget banting tulangnya. Bangun pagi-kuliah-praktikum-ngelesin-pulang dah malem.

Kalau udah capek begitu, kadang berasa pengen ngeluh terus. capek, tugas kuliah belum kelar, organisasi yang dua biji itu musti diperhatiin juga, penelitian yang belum selesai, persiapan KKN ini-itu, dan berasa eneg banget ketika masalah keluarga ikut-ikutan meramaikan isi otakku.

Puncaknya ketika weekend kemarin ada acara pengakraban di Organisasiku. Kalau aku bukan panitia, rasanya pengen ga ikutan. Bukan karena males kumpul-kumpul sama temen dan ngehindarin kewajiban. Cuma, emang lagi banyak pikiran (plus lagi bokek). Tapi akhirnya, hari Sabtu aku berangkat juga. Sehari sebelumnya, kucancel jadwal ngajarku, diganti hari Minggunya. Aku niatin untuk bener-bener refreshing...

Main

Curhat

Games

Liat pantai

Nyanyi-nyanyi

Lari-lari..... intinya seneng-seneng

Akhirnya pas hari Ahad balik ke kosan. Dor.. dor.. dor.. berasa ditembakin jadwal-jadwal yang ketunda. sebenernya aku ga super sibuk sekali. Cuma berasa ni otak penuh banget. Maen ke pantai sama sekali nggak berasa refresh..Pulang istirahat bentar, lanjut ngelesin di 2 tempat, nggantiin absenku kemarin. Belum keinget kalo besok musti presentasi kuliah dan tidak stabilnya data penelitianku.

Akhirnya... sejenak berasa kacau, jadwal, tugas, dll muter-muter di otakku.

Ambil hape, sms temen.

dijawab yang intinya. Bikin prioritas sana biar nggak pusing. Trus, beli barang yang penting2 aja, biar nggak kaya kejar setoran.

kupikir2, bener juga ya... Aku jadi kayak ngejar setoran, ngelesin belasan kali seminggu, ga ada ampun. Aku perlu istirahat. Bukan main atau lari ke kegiatan Hedon. Aku musti berhenti berlari, sejenak.. ambil napas panjang.. berpikir santai... mengumpulkan tenaga.. agar bisa berlari lagi.

mengistirahatkan hati dan pikiran.. Jangan kejar setoran!

Sip, akhirnya aku bisa semangat lagi, deh! #makasih buat temen2 yang memberiku support :)

Selasa, 27 Maret 2012

My Favourite Korean Ballad Songs Part I

Diposting oleh Camelia di Selasa, Maret 27, 2012 0 komentar
kamu suka musik? musik apa? aku suka banyak jenis musik. tapi ada musik yang enak banget didenger saat belajar, mau tidur, pas galau atau pas seneng enak juga. nih beberapa lagu ballad yang aku suka. ada yang bukan ballad sih.. tapi lagu slow juga. semuanya enak dan manis didenger. Ada banyak nih, jadinya aku pisahin jadi beberapa part. apa aja? Check it out!

1. KARA- I am (Ing)
lagu ini sebenernya lagu sedih. tapi lagunya enak banget didenger. kesannya, lagu sedih yang menyentuh tapi nggak menyayat hati. versi asli maupun versi acousticnya sama-sama enak. seperti apa lagunya?


ni, salah salah satu video performance mereka di showcase. lagunya bagus, g banyak nada sulit, sederhana dan enak didenger. mau coba denger?

2. SNSD- Forever
lagu yang satu ini juga lagu cinta. lagunya bagus banget, ada beberapa nada sulit juga. lagu ini dipakai juga buat OST Drama Pasta. kalau nyanyi lagu ini berasa mantep banget, perasaan dalam hati tersampaikan. :)


3. KARA- Dear Kamilia/ Ima Okuritai Arigatou
ini lagu romantis buangeett.. tentang rasa terimakasih pada seseorang. Dear Kamilia judul lagu versi koreanya, Ima Okuritai Arigatou yang versi Jepangnya. dua-duanya sama bagusnya.

Dear Kamilia

Ima Okuritai Arigatou

4. SS501-Never Again
buat lagu ini, cuma bisa bilang bagus banget. dengerin sendiri aja. :)

Part I segini dulu deh..
tunggu postingan selanjutnya, ya.. My Favourite Ballad Songs Part II
Jangan lupa, Tetep Semangaaatt!!

Sumber: videonya langsung dari Youtube, jadi liat sendiri aja sp yang punya lapak. hehe.. :)

PINKU PINKU

Diposting oleh Camelia di Selasa, Maret 27, 2012 0 komentar
Terlambat untuk mempostingnya. gapapa deh, cuma mau menunjukkan rasa terimakasihku bwt temen-temen yang inget hari aku dilahirkan. Just wanna say thanks for that surprise event, the cake and the gift. hope we always  be friends.
sempet mikir "jangan2 dikado figure". hehe.. maklum, lagi pengen. tapi hadiah kalian bukan hadiah yang aku inginkan, tapi hadiah yang aku butuhkan. lagi pengen beli sepatu karet, eh.. udah dikasih. tengkyu berat ya.. sorry kalo kemaren aku ga mengapresiasikan dengan baik rasa terimakasihku, lagi buru-buru pergi, sih..
mau pamer sepatu baruku.. foto-foto ini aku ambil setelah beberapa jam buka kado. jadi kronologinya gini:
dikasik kehutan --> berangkat ngelesi asap --> ditengah les izin ke KM, trus buka kado --> melanjutkan agenda lain --> baru deh motret tu sepatu.

oke, ga usah banyak cing-cong, ini dia hadiah yg aku dapet. ^_^

foto-foto sepatu dari berbagai sisi





Minggu, 26 Februari 2012

Pengakuan Dosaku (untuk segenap teman yang aku sayangi)

Diposting oleh Camelia di Minggu, Februari 26, 2012 0 komentar

mendengar pengakuan dosa seorang senior, bikin aq juga pengen melakukan pengakuan dosa. dosa yang mau kuakui mungkin bukan dosaku pada kalian, tapi dosaku pada diriku sendiri. selama ini ternyata aku sangat manja, cuek dan egois. pernah bapakq bilang "berlatihlah untuk tidak hanya memikirkan dirimu sendiri, cobalah memikirkan orang lain." kali lain, pas aku bertengkar dengan bapakq, beliau berkata "kamu egois" padaku.. waktu itu aku sakit hati bangent banget, nangis, dan mohon maaf sambil rada g ikhlas karena merasa aku benar. sekarang.. setelah umurku sudah bukan belasan dan pikiranku lebih dewasa, aku menadari bahwa terkadang aku memang egois.

aku egois dan sering lari dari tanggung jawab. walau mungkin hanya tanggung jawabku pada diriku sendiri. kadang berfikir, apa yang akan aku dapat jika aq melakukan ini? apa untungnya kalau aq ikut organisasi ini? ilmu, ya aku akan dapat ilmu. itu alasan yg baik sebenarnya, tapi organisasi tidak hanya membutuhkan orang yang haus ilmu, namun orang yang mau mengurusinya. karena jika suatu organisasi sudah defisit orang yang mau mengurusnya, maka akan hilanglah tenmpat buat orang2 yang cuma mau ilmu sepertiku.

ketika aku mengikuti sebuah perkumpulan, ketika aku tahu aq akan dapat ilmu darinya, aku memasukinya. aku datang cuma buat ikut pematerian atau acara menyenangkan lain. ketika suatu acara dan kepanitiaan dibentuk, aku akan ikut andil hanya untuk ngeksis. hal ini aku lakukan bukan atas kesadaran, tapi hanya mengikuti mood. ketika akhirnya moodku lg g enak, males ngapa2in, maka aku akan cari2 alasan biar ga datang. setan emang ada dimana2, pas kayak begitu, aku jd pembohong dan penipu ulung. gimana caranya aku membuat sekenario agar aku ga terlihar bersalah walau aku ga melaksanakan apa yg aku janjikan.

aku lari dari sesuatu yg aku benci. ketika aku ga mau melakukannya, aku akan lari. ketika menemui masalah berat, lagi2 aku lari, mengeluh, mencari alasan agar aku tidak menghadapinya. aku pengen bebas, tak terikat. so what kalo aku emang g mau? daripada aku ada tp setengah2? itu dulu yg aku pikirkan.

lalu Allah mengikatkanku dengan datangnya masalah bertubi-tubi hingga membuatku merasa aku tak akan mampu. ketika masalah datang, aku selalu minta dimaklumi, dimengeri, diwakili. namun, yang aku pelajari dari cobaan yang baru saja aku lewati, masalah akan selesai ketika kau menghadapinya. ketakutan akan sirna ketika kau coba memberanikan diri, dan sikapku yang 'selalu ingin kabur ketika suasana tak menguntungkanku' ternyata adalah hal yang sangat memalukan.

Laba2 yang dirusak sarangnya, akan selalu kembali merajut sarangnya, seberapa kalipun sarangnya dirusak kembali. ia tak lari atau berpindah ke tempat lain. ia tetap membuat sarang ditempat yang sama, dengan tekad yang sama, walau tenaga terus terkuras, tak putus asa. lalu kenapa aku harus terus lari? kenapa aku harus sering mengeluh? kenapa aku harus terus menyerah?

mungkin pengakuan dosaku akan sangat panjang jika kutuliskan di dokumen ini. ini baru satu dosa yang aku lakukan pada diriku sendiri (secara tdk langsung pd organisasi yg aku ikuti). tak menutup kemungkinan di masa mendatang akan ada lagi dosa yang aku lakukan. tapi untuk saat ini, biarlah aku memperbaiki diriku. tak mengulang dosa yang sama. Teman2ku, nakamaku, keluargaku. bantulah aku untuk selalu bangkit dan belajar untuk tidak mengulangi dosaku. ingatkan aku untuk tidak selalu lari ketika masalah datang. terimakasih telah menemaniku hingga saat ini. selanjutnya secara lancang aku mohon teman2 tetap dapat menemaniku hingga waktu yg tidak ditentukan.


nb. yuk, mulai latihan bicara dr hati ke hati. blak2an gpp.. katakan yg ingin kau katakan, tapi berusahalah dengan baik agar qt tdk saling menyakiti. Love u all.. my friend :)

Minggu, 25 Desember 2011

Bingung Mau Dikasih Judul Apa, Jadi Dibiarkan Begini Saja.

Diposting oleh Camelia di Minggu, Desember 25, 2011 0 komentar

Mengoreksi diri sendiri. Aku sadar bahwa aku orang yang mudah gamang, mudah berganti mood. Aku tidak terlalu pandai, tidak terlalu cantik, suka menyanyi tapi suaraku tidak terlalu bagus. Tidak ada yang benar-benar aku kuasai saat ini. Bahasa inggris, bahasa arab, bahasa korea, semua kukuasai hanya bagian dasarnya saja.
Selama ini aku merasa menulis tentang aku yang seperti ini, akan menjadi suatu cerita yang menarik. Menceritakan aku yang biasa-biasa saja. Yang meyerah sebelum mencapai garis finish. Mencoba menyusun kata2 agar kisahku menjadi kisah yang bagus untuk dibuat suatu cerita. Mencoba, mencoba, mencoba, tapi selalu tak selesai.
Lalu aku menyadari, tidak ada gunanya menuliskan diriku yang seperti ini. Mengapa tak kucoba membuka lembaran baru? Menuliskan aku yang baru pada secarik kertas baru. Menuliskan aku yang gigih berusaha, hingga garis finish, menuliskan aku yang biasa saja, tapi berkemauan keras. Menjadi aku yang mengejar  banyak impian.
Kini aku mendeklarasikan diri untuk berhenti menuliskan aku yang payah, menghapusnya, dan memulai menuliskan aku yang baru!karena tanpa menghentikan aku yang seperti ini, cerita tentangku tak kan pernah selelsai.
AKU BISA! AKU BISA! AKU BISA!

Puisi tanpa Makna?

Diposting oleh Camelia di Minggu, Desember 25, 2011 0 komentar

 Semusim tajuk mengering
Menghantui bayang-bayang
Dengan tangan mencengkeram

Ketika daun gugur
Nasib baik untuk tajuk
Terlihat jelas rupanya
Bersih tanpa apa-apa

Puisi masih bayang-bayang
Menangisi rembulan tertutup awan

Minggu, 18 Desember 2011

Because of Love lyrics

Diposting oleh Camelia di Minggu, Desember 18, 2011 0 komentar
Satu lagi lagu korea yang lembut. enak buat suasana tenang, atau sedih, atau jatuh cinta. q posting di sini, sekalian buat belajar ya.. :)


Because of Love (OST Warrior baek-han seung yeon


어쩌다가 너를 만나서
eojjeodaga neoreul mannaseo 
어쩌다가 사랑을 알아서
eojjeodaga sarangeul araseo 
어쩌다가 이렇게 돼버린 거니
eojjeodaga ireoke dwaebeorin geoni 
어쩌다가 이 못난 가슴
eojjeodaga i motnan gaseum 

그 사랑 때문에 내가 울어
geu sarang ttaemune naega ureo 
그 사랑 때문에 내가 아파
geu sarang ttaemune naega apa 
바라만 보다가 그저 눈물 짓다가
baraman bodaga geujeo nunmul jitdaga 
가슴이 닳고 닳아서
gaseumi darko darhaseo 
멈춰야 하는데 그게 안돼
meomchwoya haneunde geuge andwae 
잊어야 하는데 그게 안돼
ijeoya haneunde geuge andwae 
이 못된 사랑아 이 몹쓸 사랑아..
i motdoen saranga i mopsseul saranga.. 
난 어쩌니
nan eojjeoni 

이럴까봐 밀쳐냈는데
ireolkkabwa milchyeonaenneunde 
이럴까봐 피하려 했는데
ireolkkabwa piharyeo haenneunde 
이럴까봐 가슴을 닫았었는데
ireolkkabwa gaseumeul dadasseonneunde 
이럴까봐 이렇게 될까봐
ireolkkabwa ireoke doelkkabwa 

그 사랑 때문에 내가 울어
geu sarang ttaemune naega ureo 
그 사랑 때문에 내가 아파
geu sarang ttaemune naega apa 
바라만 보다가 그저 눈물 짓다가
baraman bodaga geujeo nunmul jitdaga 
가슴이 닳고 닿아서
gaseumi darko dahaseo 
멈춰야 하는데 그게 안돼
meomchwoya haneunde geuge andwae 
잊어야 하는데 그게 안돼
ijeoya haneunde geuge andwae 
이 못된 사랑아 이 몹쓸 사랑아
i motdoen saranga i mopsseul saranga 

난 어쩌니
nan eojjeoni 
널 사랑해 널 사랑해 눈물 같은 말
neol saranghae neol saranghae nunmul gateun mal 
다 비워도 다 지워도 자꾸 차올라
da biwodo da jiwodo jakku chaolla 
사랑하면 할수록 다가가면 갈수록
saranghamyeon halsurok dagagamyeon galsurok 
더해질 아픔이 두려워 지지만
deohaejil apeumi duryeowo jijiman 

그 사랑 때문에 내가 살아
geu sarang ttaemune naega sara 
그 사랑 때문에 눈물 나도
geu sarang ttaemune nunmul nado 
난 니가 아니면 그 사랑 아니면 안되니까
nan niga animyeon geu sarang animyeon andoenikka 
널 잊는 것보다 널 기다리는 게 쉬우니까
neol itneun geotboda neol gidarineun ge swiunikka


liriknya, ngambil dari http://finnbucks.blogspot.com/2011/08/because-of-love-han-seung-yeon-kara.html
translatenya, ntar aq coba translate sendiri ya, kalau udah selesai aku posting :)

MUSIK

Diposting oleh Camelia di Minggu, Desember 18, 2011 2 komentar
Apa yang terlintas di benakmu setelah mendengar kata musik? Musik pasti punya tempat tersendiri di hati tiap orang. entah tempatnya di tengah atau cuma mintip-mintip di pojokan. buat aku sendiri, musik itu seperti.. apa ya,, oksigen? ah, lebay! bukan. air? bukan juga. hmm.. mungkn musik seperti pelangi, mewarnai hari-hariku. entah kenapa musik menjadi kebutuhan. musik bisa jadi penanda moodku. :)

ga bisa nyanyi dengan bagus sih, tapi bodo amat, kalo pengen  nyanyi, ya nyanyi aja. hehehe.. (musti minta maaf bwt org2 yg terkena polusi suaraku, haha). Musisi paling favorit: Ebiet G. Ad. :D

biarin aja mau dibilang selera jadul, tapi lagu2nya emang TOP ko! ini bkan berarti aku ga tau lagu jaman sekarang loh, Indonesia, jepang, korea, barat, aku tau. cuma g semuanya.

kalau aku lagi marah, biasanya aku males nyanyi. kalau aku lagi seneng, nyanyinya sambil senyum-senyum. kalau aku lagi melankolis, nyanyinya genre galau ---> sejak kpan galau jadi genre? tanyakan pada rumput yang bergoyang. kalau lagi hari-hari biasa, normal, g da masalah, nyanyi truz. ga bisa deh, diem di tempat sepi. kalau semuanya lagi diem, gatel rasanya mulut ini pengen mendendangkan lagu.

postingan ini, asli ga penting banget. cuma lagi ingin menuliskannya saja. :p
tapi aku beneran cinta musik. apalagi musik alam. suka banget sama suara air, suara jangkrik malem-malem, suara kodok, dan suara-suara yang lain. kecuali jika semua suara itu dijadikan bunyi alarm. -__-

dengarkan musik, riangkan harimu. semoga hari-hari kita selalu menyenangkan. tapi jangan lupa beribadah. :)


sekian postingan ga jelas dari saya.. hahaha :D :D :D

gambarnya ngambil dari: http://aroinform.blogspot.com/2011/10/musik-teman-disegala-situasi.html
sama
http://kupubiru.wordpress.com/2011/01/29/merunut-lagu/

Jumat, 16 Desember 2011

GAMANG

Diposting oleh Camelia di Jumat, Desember 16, 2011 0 komentar
Aku hanya ingin sedikit bercerita. Sedikit saja. Maka, diamlah sejenak dan dengarkan aku bicara.
Aku gamang. Masih gamang. Ah, perasaan apa ini? Kosong. Hari-hari kulalui tanpa diriku ikut di dalamya. Lalu kemana diriku? Aku merasa tak utuh sama sekali. Tak merasa benar-benar melakukan apa yang aku lakukan. Semua mengalir begitu saja menuruti perasaan yang aku sendiri tak tahu apa namanya. Seringkali perasaan itu mengalahkan akalku. Ia menang dengan sukses tanpa perlawanan yang berarti. Hei! Kemana akalku? Kenapa ia diam saja? Bukankah ia tahu bahwa perasaan itu menjajah diriku. 
Ah, hatiku. Sama saja, ia menenggelamkan diri dalam kotak tak bernama. Sesekali menjengukku untuk sekedar memantau sejauh mana perasan itu menjajah aku. Ah, ia hanya melihat saja. Hatiku kadang menjadi penengah, namun ia pun hanya setengah-setengah. 

Tidak ada lagi yang dapat aku andalkan! Tidak akal, tidak hati, bahkan diriku sendiri. Ragaku utuh, iya! Aku masih waras, jelas! Tapi mengapa aku merasa hanya menjadi manusia setengah? Padahal aku sedah lebih dewasa kini. Umur 19 tahun tentu bukan umur yang terlalu muda untuk memahami hidup. Tapi mengapa aku justru tak bisa memahami hidupku kini? Jika dulu jalan di depanku jelas terlihat dan siap ditapaki, sekarang wujudnya kabur. Seperti hologram yang rusak atau signal yang terputus-putus. 
Akal dan hatiku tak utuh agaknya. Lalu pada siapa lagi aku minta tolong. Apapun yang kurasakan, aku tetap terlihat utuh. Orang lain tak mungkin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada diriku. Aku memang pandai berpura-pura. Lihai benar! Banar-benar tak ada yang tahu bahwa sekarang kesadaranku semakin hilang digerogoti perasaan itu, parlahan tapi pasti. 

Tidak! Bukan aku menikmati keadaan ini. Sama sekali bukan! Aku hanya tak tahu penanganan apa yang sesuai untukku. Perlukah aku bertanya pada orang lain, “Hey apa ada obat memulihkan jiwa? Jiwaku hilang setengah, nih!” atau aku harus bertanya pada dokter spesialis hati, “Dok, bisa beri saya obat pembunuh perasaan yang menggerogoti hati dan jiwa saya? Saya sedang tidak utuh, Dokter…”
Ah, kupikir tak ada solusi yang tepat. Ketika bertanya pada kakak angkatanku yang notabene lebih ‘bijaksana’, ia malah bertanya dengan nada retoris, “Setengah?” dengan sorot mata yang melambangkan bahwa ia pun tak punya saran unutk diajukan. Atau mungkin ia tak cukup respek menghadapiku, mendengar keluhanku. Mungkin menurutnya, menurut siapapun, ini bukan masalah yang terlalu penting untuk ditangani. Aku menyindir? Bukan. Bisa saja kan? Mereka terlalu sering mengurusi masalah besar. Masalah umat, kampus, dan Negara. Masalah-masalah pelik tentang ekonomi, sosial dan bisnis, semua mereka punya solusi. Tak ada ruang untuk masalahku. Bukankah biasanya orang yang terlalu sering mengurusi hal besar lupa dengan urusan kecilnya? Tak percaya? Banyak kok yang begitu. Para aktifis yang lupa mengurus dapurnya sendiri dan ibu-ibu yang lupa meneteki anaknya dengan kasih sayang.

Ya, dunia sudah berubah. Mengurus hal kecil, sudah tak terlalu bergengsi sekarang. Mengurus rumah tak ada orang yang melihat, terabaiakan. Padahal para ibu butuh eksistensi kan? Bukan salah meraka jika akhirnya bekerja lebih penting dari menemani anak di rumah. Toh, untuk anaknya juga. Setidaknya pemikiran seperti itu yang aku tahu. 

Ah, aku memang banyak bicara, banyak menasehati dan sok tahu. Banyak yang anggap aku bijaksana dan berbondong-bondong curhat padaku. Jawabanku selalu memuaskan mereka. Tapi, puaskah aku? Tidak! Sesaat mungkin aku merasa lebih pintar dan teramat hebat karena dapat menyelesaikan masalah orang. Heh, masalahku sendiri saja semakin melekat. Mana ada orang tahu kalau di dalam ‘aku’ ada yang meringis kesakitan. Mana mungkin orang tahu, yang terlihatlah yang dipercaya! Meringis kesenangan gambaran wajahku saat itu. Jadi, mereka bilang, aku bahagia.

Aku bukannya anak yang kuper dan aku tahu itu. Di setiap tempat, aku bisa dapat teman dengan mudah jika aku ingin. Hanya saja keinginanku itu hanya dapat muncul kadang-kadang.

Orang bilang aku supel. Bisa berteman dengan banyak jenis orang. Berteman dengan ahlul masjid bisa. Dengan anak band berbagai aliran dan pencinta alam, masuk. Dengan komunitas comic lover, movie holic, bahkan komunitas kutu buku dan filateli, aku bisa masuk. Bukan berarti aku hanya berteman, sekedar kenal. Tapi aku mengalir bersama mereka, menyatu. Entah mengapa aku merasa bisa menyesuaikan. Sekali lagi, supel katanya! Nyatanya, aku hanya merasa menjadi bunglon yang dapat berubah di setiap tempat dan kondisi. Berkumpul dengan orang Jakarta, logatku kebetawian. Ngobrol dengan banyak jenis logat jawa juga biasa aku lakukan, tergantung dengan siapa aku bicara. 

Benarkah aku tidak menjadi diri sendiri? Lalu seperti apa diriku sebenarnya? Apa aku gadis kalem? Pendiam? Atau gadis urakan dan usil? Atau aku gadis serius berkacamata, dengan rambut kepang dua? Terlalu banyak bermain peran agaknya.

Yang aku tahu, aku adalah gadis dengan lubang kegamangan yang selalu dibawanya kemanapun pergi. Mungkin aku harus berpikir begini. “Ya.. beginilah aku, berubah karakter menyesuaikan tempat. Seperti bunglon. Kau tahu bunglon? Yang terbaik adalah menjadi diri sendiri kan? Baik, inilah diriku.. dan aku akan tetap begini.” Begitukah? Bukankah itu sama saja dengan orang yang berpikir mudah marah, itulah aku, maka aku akan menjadi diriku yang begitu, tanpa harus merubah sifatku, karena inilah aku!
Akankah aku baik-baik saja jika berpikir demikian?

Maaf, apa kau bosan dengan ceritaku? Biarlah, walau kau bosan, akan tetap aku teruskan. 
Aku orang yang mudah merasa cukup. Merasa puas hanya dengan pujian. Dapat tersenyum karena orang berkata “Kamu baik”. Dan akhirnya apa yang aku lakukan akan menyesuaikan orang yang ada didekatku. Menyesuaikan dan mengira-ira perilaku apa yang akan membuatnya mengataiku “baik”. Ahahaha… dia kana tipu! Nyatanya aku hanya aktris di teater badut. 

Di suatu siang, ketika semua asik berbincang, aku datang dan menambah ramai suasana. Saat itu aku sedang sakit-sakitnya. Entah mengapa lubang kegamangan ini serasa melebar. Menyesuaikan tawaku agaknya. Semakin lebar tawa, semakin lebarlah lubang. Ketika sedang rasa sakit-sakitnya, dan tawa lepas selebr-lebarnya, sekonyong-konyong terdengar suara.

“Gadis, kamu tuh nggak pernah sedih ya? Kayaknya nggak pernah punya masalah, deh!”
“Ah, masa? Iya kali, ya?” aku berseloroh. Ah, bodohnya dia! Mana ada orang hidup tanpa masalah? Orang gila saja punya masalah. 

Akh, buang-buang waktu saja ternyata mengurusi masalah ini. Biarlah saja, mungkin bagian dari takdirku untuk menjadi bunglon, di abaikan hati dan punya lubang kegamangan. Ya, anggap saja begitu. Toh, tak ada yang ambil pusing dengan hal itu. Mau aku masih berlubang atau tidak, tidak ada yang tahu. Ya kan?

Kamis, 15 Desember 2011

AKU RISMA (Part III)

Diposting oleh Camelia di Kamis, Desember 15, 2011 0 komentar

­­­­­­­­­­­­­­­­­Aku duduk sendiri di kantin sambil membaca serial One Piece no 25. Entah sudah berapa kali aku mengulang baca komik-komik One Piece-ku yang Cuma 25 buah.
“Suaramu tadi lumayan juga, Ris!” teriak Yuri sambil menghampiri dan merangkulku.
“Aish.. bilang aja mau ngejek. Ga usah basa basi, lagi!” cibirku.
“Makanya, jangan telat lagi, lagian ngapain juga kamu nongol? Biasanya kalo telat kamu bolos, kan? Tapi serius, suara kamu nggak malu-maluin kok. Jadi pengen denger lagi.”
“makasih deh, pujiannya…  berarti besok gue telat lagi aja, ya?” timpalku bercanda. Atau bakal beneran? (jangan lagi deh!)
“Hahaha, iya! Ide bagus, tuh!” Yuri ketawa ngakak. “Sip, sip.. gue tunggu deh pokoknya penampilan selanjutnya.”
Seorang pria lewat di depan kami. Stylenya asik banget! Rambut gondrong sampai tengah leher, hampir menyentuh bahu, sih. Jamnya gede, rambutnya dikuncir kayak samurai, kaosnya item pake rompi jeans. Thumb up! Tapi kayaknya aku jarang lihat pria itu, kakak angkatan kah?
Yuri, pernah liat tu cowok nggak? Yang barusan lewat.” Tanyaku padanya.
“Yang mana? Oh.. yang dikuncir? Dia kan Alex, sekelas sama kita juga tau kalau kelas B. Inggris sama Matematika.”
“Ehh..! Masa? Kok aku nggak tau?!” sergahku kaget.
Sambil memasang muka ‘of course’ Dita bilang, “Yah… secara dia sejenis sama kamu, tukang telat, tukang bolos! Pas dia masuk, kamu nggak masuk kali. Pas smester satu sih, kita emang nggak ssekelas sama dia. Emang kenapa? Jangan-jangan! Kamu tertarik padanya, ya? Oh, Tuhan… terimakasih, akhirnya teman saya jadi wanita normal seutuhnya!”
“Yee, ngomong sembarangan! Jelek-jelek gini gue cewek, tau! Lo nggak liat apa stylenya? Keren banget! Kamu nggak liat tuh, jamnya? Jam model itu udah jarang sekarang. Dia beli dimana ya..?” Belaku.
“Huu...!” Yuri manyun sambil mukul kepalaku pelan. “Makan tu jam, jam lagi.. jam lagi.. yang diomongin!”
“Hahaha.. muka loe! Muka loe! Kocak emang muka loe kalo manyun! Hahaha...”. Dita siap-siap memukulku ketika makanan datang. Fyuh.. selamat. Waktunya makan!
 

Bunga Rumput Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei