Jumat, 16 Mei 2014

Rindu Wisuda

Diposting oleh Camelia di Jumat, Mei 16, 2014 0 komentar
Pernahkah kalian merindukan hal yang belum terjadi? Aku pernah. Beberapa kali. Salah satunya aku merindukan seseorang entah siapa yang nantinya jadi imamku. :3

Nah, kali ini aku merindu lagi.
Aku rindu wisuda.
Toga dan ijazah, aku seperti mengenal mereka, walau belum sempat bersama.
Mungkin sekarang aku sudah sangat merindu.
Aku pingin wisuda. Aku kangen wisuda. Ketemu toga.
Dapet bunga dan hadiah itu cuma kebahagiaan tambahan.

Rasanya pasti sangat bahagia ketika rindu ini nantinya terobati.
Semoga semua lancar dan aku segera wisuda.

Aku teramat merindunya. :3

Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Kamis, 15 Mei 2014

R.I.P. Karupin

Diposting oleh Camelia di Kamis, Mei 15, 2014 2 komentar
Pagi ini, rasanya tidak begitu baik.

Sebelumnya, aku ingin bercerita, Karupin sakit. Dia sakit sejak sebulan yang lalu. Nggak mau makan, pup ga lancar. Diperiksa ke dokter, didiagnosis bakteri pencernaan. Dikasih obat, tp belum ada kemajuan yang berarti. Aku kurang yakin dengen dokter itu.
Pindah, aku bawa ke klinik KH UGM minggu lalu. Ditangani banyak co-as, dan dokternya pas nggak ada. Dikasih multivitamin. Saran2 co-as udah aku jalankan. Tapi nihil.
Lalu anusnya berdarah. Sesuai saran co-as, aku kembali ke klinik hari Rabu kemarin agar ketemu dokter.

Akhirnya ditangani dokternya langsung. Selidik punya selidik, ada penyumbatan di vulva. Tersumbar rambutnya sendiri. Aku jd teringat, sebulan yg lalu sempat berencana dikawinkan. Dia kutitipkan di rumah teman yang punya pejantan. Sebenarnya Karupin nggak bereaksi, tp entahlah.. mungkin memang terjadi kopulasi.

Intinya, setelah sebulan baru ketahuan kalau masalahnya bukan di pencernaan. Karena penyumbatan itulah dia susah pup dan pee. Dia nggak doyan makan, dll. Setelah suntik sana -sini (beberapa obat), Karupin dikasih obat minum. Dokter bilang, suruh dihangatkan dan dikasih makanan lembek. Aku optimis dia akan sembuh. Sudah ditangani dokter yang tepat.

Malamnya, aku kasih dia obat, aku suapin makan, minum, dan aku pasang lampu. Biar anget.
Pagi hari aku lihat, lampu penghangat udah mati. Talk about bad timing.

Aku panggil-panggil Karupin sambil kucolek-colek. Nggak bergerak. Aku goyang-goyang. Nggak bergerak. Dan dia pun telah kaku.

Maafkan aku, Karupin..
Sayonara...



Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Minggu, 04 Mei 2014

Bahagia Itu Sederhana!

Diposting oleh Camelia di Minggu, Mei 04, 2014 0 komentar
Haaaiii~
Bahagia itu sederhana, teman-teman! >0<
Dan ini bukan mitos!
Sesederhana bisa donor darah lagi.

Jadi ceritanya begini, kemarin, aku diajakin temen buat donor darah di Jogja City Mall. *Mall baru yang bahkan gedungnya aja belom selesai dibangun. Tapi acaranya rame banget*. Fyi, udah setahun aku nggak mendonorkan darah ini~ dan waktu setahun itu cukup membuatku merindu *lebay*. Jadi intinya, aku selalu ditolak donor selama setahun kemarin karena masalah tekanan darah atau Hb, atau dua-duanya.

Pas ada kesempatan untuk donor lagi, otomatislah aku excited banget! Aku sangat menantikan hari-H acara donor darah. Donor darah berlangsung hai Sabtu kemarin. Dan Sabtu adalah hari libur, jadi Jumat malam adalah malam senang-senang. Begonya, aku malah belajar, ngobrol, dan lanjut nonton film2 di laptop bareng temenku sampai jam setengah dua pagi. Sampe mata udah sepet dan akhirnya kami menyerah.

Esok paginya, kepalaku kliyengan. Emang biasanya begini kalau habis memaksakan mata biar melek. Dan parahnya lagi, migrain ane kambuh! "Ohh~ bodoh banget!" kataku dalam hati. Tapi karena aku sangat semangat, akhirnya aku berdoa agar tetep bisa donor. Aku segera sarapan dan makan sate ati *Atinya ada 2 biji guede2*, dengan harapan pusing dan migrainku ga berefek ke tensi maupun Hb.

Setelah nyasar dulu, akhirnya aku sampai di tempat yang dituju. Kau tau? Aku naik eskalator kayak orang keburu2, biar detak jantungku meningkat. Bodo amat dibilang orang udik. Akhirnya sampai di lokasi acara, aku langsung daftar. Udah banyaaak banget yang ngantri mau donor. Setelah daftar, nunggu bentar, aku dipanggil untuk pengecekan.
Gagal Donor

Akhirnya bisa donooorr~

Cek tensi --> Lolos 110/70, Yes!
Cek Hb --> 12,5,  Aku nggak lolos!!

Betapa pilu hati ini~ walau tetep dapet mug gratis, hatiku tetep pilu~
Akhirnya dengan baik hati, temenku yang jd panitia motretin muka piluku. *baik banget*


Tapi aku tak mau patah semangat! "Aku bakal nyoba lagi nanti malem!" kataku.
Lalu akupun balik. Dalam perjalanan sampe kost kerasa banget sakit kepala tambah parah. Sampe kost dipake tidur tetep nggak sembuh. Akhirnya, minum obat juga, -_-". Obat andalan waktu migrain --> Bodrex Migra *sensor*. Seperti orang yang nggak mau gagal, aku bertekad ngulang lagi kesana buat nyobain donor. Aku makan ati lagi lebih banyak. Berharap Hb-ku naik.

Sampai di tempat untuk kedua kalinya, langsung ngabarin temenku kalau aku udah daftar lagi. Untung pas sampai sana, pendaftaran belum ditutup *ditutup jam 19.00*. Tibalah saatnya cek kepantasanku donor atau nggak. Tadi, selama nunggu antrian, aku bedoa terus semoga lolos. Dan aku juga merasa udah sehat. Antara optimis dan pasrah. Akhirnya:

Tes tekanan darah --> 100/70, lolos!
Tes Hb --> Deg2an, petugasnya sempet basa-basi. "Donor keberapa, mbak?" "Kok tangannya dingin?", dll. Aku jawab sekenanya, soalnya lg berdoa semoga Hbku lolos. Akhirnya dia bilang, "Hb-nya bagus, mbak, 13,3." Alhamdulillaaaah~ Aku langsung sumringah. Nggak sia2 makan ati lagi! Setelah bilang makasih, aku ngantri lagi. Karena rame, pas mau donor pun musti ngantri lagi.

Kalau ditanya seberapa bahagia aku waktu itu, jawabannya... entahlah, bahagia banget! XD
Senyum-senyum sendiri, rasanya berbunga-bunga. Bodo amat orang-orang mandang apaan. Sambil mbalesin chat di wa dan bbm, aku senyam senyum. Mungkin yg liat dikiranya aku lg dpt kabar bahagia, padahal aku lg seneng krn bisa donor. Orang-orang aku senyumin. Yah.. udah bodo amat, sih.. >0<
Sertifikat pendonor

Dan setelah prosesi pengambilan darah sampai selesai, aku masih bahagia. Kebahagiaan itu kebawa sampai kos. Buat yg berhasil donor, dikasih sertifikat, paket makanan, dan mug (dapet lagi). Semalem, aku tidur dengan bahagia. Bahagia itu sederhana, sesederhana lolos jadi pendonor darah.

*melihat bekas jarum dengan keharuan*
*ngemil paket makanan*

Thanks buat perkumpulan Hakka dan PMI yang memfasilitasi kebahagiaanku. Oh, tentu saja tukang nasi deket kosan yang jualan ati juga, :3 Selamat donor!

Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Sabtu, 03 Mei 2014

Insya Allah atau In Shaa Allah? Apakah menulis Insya Allah itu Salah?

Diposting oleh Camelia di Sabtu, Mei 03, 2014 1 komentar
Bismillah...
Semoga apa yang ingin saya sampaikan dpt tersampaikan dengan benar.

Tentang gambar yang aku lampirkan, sudah kedua kali aku melihatnya. Aku nggak bisa tinggal diam krn pesan dalam gambar ini ambigu. Bagian mana yang salah dari penulisan Insya Allah? Apakah pada penulisan 'syin'nya? Atau panjang harakatnya? atau hanya kesalahpahaman semata?

Oke, akan aku coba mengurai berdasarkan pendeknya pengetahuanku. Mungkin sebelum membahas semua hal ini, ada baiknya teman-teman melihat tulisan arab dr kalimat "Jika Allah Menghendaki". Atau kalau mau lebih mudah, baca surat Al-Kahfi ayat 23-24. 

Disebutkan pada Al-Kahfi ayat 24, "Illa anyasyaallah.." - Kecuali dengan izin Allah. Sebenarnya tak ada masalah dengan penulisan Insya Allah. Yang perlu dikoreksi adalah ketidakjelasan pada gambar, manakah letak perbedaan dr kedua lafal tersebut: Insya Allah dan In Shaa Allah? Lalu saya coba cari perbedaan kedua lafal tersebut.

1. Awal melihat gambar ini, saya langsung berpikir bahwa kesalahan yg dimaksud adalah pada huruf 'syin'nya. Dan serta merta saya langsung buka buku tajwid (krn takut jangan2 emg cara penulisan latin huruf hijaiyah yg berubah) dan alhamdulillah penulisan 'syin' tetap sama yaitu dg 'sy'. Sedang 'Sh' itu untuk penulisan 'Sy' dalam bahasa Inggris. Beda logat, beda penulisan latinnya, kan? Jadi, ini bukan masalah. Lalu apa masalahnya?

2. Apakah mungkin ada pada panjang Mad (bacaan panjang) setelah 'sya' (sya dan shaa)? Memang berdasarkan tulisan arabnya, 'sya' dalam kalimat tsb harus dibaca 6 harakat jika kita membaca Al-Qur'an. Dan yg kita bahas bukan cara baca dlm al-qur'an, jd mungkin bukan ttg itu. Apalagi, akan sulir menuliskan 6 harakat ke dalam tulisan latin (misal: "Yaaaaaa Siiiiin", ga mungkin jg ditulis pake cara penulisan populer jaman sekarang: Ya~ Si~n *jangan dicoba, ini cuman buat penjelasan*). So, pasti bukan ttg ini, Lalu apa?

3. Aku cari lagi perbedaannya, dan seorang tmn menunjukkan, mungkin itu masalah spasi antara 'In' dan 'Sya'? Aaaah! Benar juga! Insyaallah yang dimaksud oleh Dr. Zakir Naik adalah tentang spasi tsb. Jadi gini teman2, sependek pengetahuan saya, kata Insyaallah berasal dari kata
إن -- شاء -- الله
Jadi kata 'In' dan 'Sya a' memang beda kata. Jadi kenapa Dr. Zakir mengatakan tidak boleh menulis Insya adalah karena takut disangka Insya yang dimaksud adalah Insya yang berasal dr kata "Nasya a yansya u" dengan fi'il Amr (kata perintah) nya dalam bentuk --> Insya' yang artinya 'ciptakanlah'.

Nah, jadi kesimpulanannya adalah, teman2 boleh menggunakan cara penulisan manapun yang membuat kalian nyaman. Hanya saja, kalau saya pribadi akan tetap memilih Insya Allah. Jika teman2 membuka Qur'an terjemah bahasa Indonesia, memang sudah kesepakatan bahwa penulisan di Indonesia adalah: Insya Allah. Justru bahaya jika teman-teman menulis 'In Shaa', karena dalam bahasa Indonesia, 'Sh' adalah penulisan untuk huruf 'Shaad' dan tentu saja Insya Allah ditulis dg 'Syin' buka 'Shaad'.

Semua kembali pada pilihan kita, hanya saja saya mengimbau teman-teman untuk belajar kembali, menelusuri agama sendiri, baca Qur'an, buku tajwid, dll yang diperlukan. Jangan serta merta membagikan ilmu yang kita sendiri tidak yakin itu benar. Semoga kita tidak membantu menyebarkan ilmu yang salah.

kalau saran saya, sebagai muslim Indonesia, tulislah Insya Allah (kesepakatan ulama). Atau kalau mau lebih hati2 (krn takut ambigu), tulislah In Syaa Allah. Penulisan tersebut Insya Allah lebih ma'ruf daripada 'In Shaa Allah' (krn In Shaa Allah' mengandung huruf 'Sh' yang mewakili 'Shaad'). 

Oya, masukan buat yang mentranslate gambar tersebut menjadi Bahasa Indonesia, silahkan direvisi. Karena jika anda menulis dengan bahasa Indonesia, maka lafal arab pun juga harus dengan latin Indonesia, bukan latin Inggris (fyi, di bahasa lain penulisan Insya Allah juga berbeda). Gambar anda cukup ambigu dan membuat saya bingung. Untung saya masih punya Qur'an, buku, dan teman ntuk rujukan. Kalau yang nggak tahu dan langusng share krn ada foto Dr. Zakir (dan yakin bahwa yg dishare itu benar) kan kasihan. Wallahu a'lam bi ash-showab. Semangat belajar Al-Qur'an! ^^

ps. Apakah kita menulis dengan "Asyik" atau dengan Ashik"?
pps. Maaf tidak bisa menampilkan tulisan Arab (yg ada disitu cm hasil copas)
ppps. Jika ada yang perlu diperjelas, mari kita berdiskusi.

== temen2 yg baca, ikutan ngoreksi ya, kalau sy salah==


Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Sabtu, 12 April 2014

[Jajamu] Monumen Jogja Kembali

Diposting oleh Camelia di Sabtu, April 12, 2014 2 komentar

Aku punya misi "Keliling Museum di Seluruh Indonesia".
sebut saja Jalan-jalan Museum (Jajamu)
Dan ini liputan pertamaku tentang perjalanan ke museum.

Aku sudah berkali-kali ke Monumen Jogja Kembali. Di Monumen ini, ada diorama dan museumnya.
 Jaman kapan itu, aku lupa tanggal berapa, aku main ke Monumen Jogja Kembali (Monjali). Fyi, Monjali ini sering disebut 'Gunungan Semen' sama orang Jogja. Aku yakin maksudnya hanya untuk bercanda. Sudah lama aku nggak main ke Monjali. Banyak banget koleksi ngangenin yang membuatku ingin kembali kesana lagi.

Dan setelah kedatangan terakhirku ke sana kemarin, ada satu hal yang ingin kulakukan jika sempat main kesana lagi, yaitu membaca di perpustakaan. Perpustakaan Monjali tidak besar, namn koleksinya aduhai. Banyak kliping majalan lama, dokumen-dokumen, dll.

Dulu aku nggak pernah ngeh pada koleksi bukunya. Aku malah belum pernah mampir sebelumnya. Bahkan aku nggak tahu kalau ada perpustakaan di sana. Aku terlalu perhatian pada koleksi museum.
So, I'll be there again next time, Insyaallah...

Ini beberapa foto yang aku ambil. Nggak semua aku aplod soalnya males. Jadi aku pilihin foto favorit aku aja. Haha... 
Selamat jalan-jalan ke Museum!

Diorama: Pak Sudirman menerima perintah dari Pak Karno

Mesin ketik dan stempel jadul

Merpati pos is real! Keren, ya~

Kenampakan perpustakaan Monjali

Mas, mas.. boleh nebeng bonceng?

Foto ini berhasil membuatku merasa foto bareng pak Hatta. :3
Funfact yang aku dapat setelah berkunjung ke sini adalah: Kacamatanya pak Hatta di patung itu bisa dilepas. Entah aslinya boleh apa nggak. Semoga boleh, karena aku ingin mencoba melepasnya dan memakainya, terus minta difotoin. >0<
Jadi, agenda selanjutnya kalau main ke sini lagi adalah berfoto dengan kaca mata Patung Pak Hatta dan baca buku di perpustakaan Monjali sepuasnya.
Oke, wait for the next trip!

Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Hei, Aku Udah Move On

Diposting oleh Camelia di Sabtu, April 12, 2014 0 komentar
Hai, apakah aku pernah bercerita padamu tentang patah hati?
Aku orang yang logis. Terkadang perasa. Jadi aku tak begitu mengerti apakah aku termasuk golongan 'Thinking' atau 'Feeling'. Namun aku pernah sangat logis dalam memandang semua hal. Termasuk tentang cinta.

Aku pernah berpikir bahwa cinta itu urusan menye-menye, bahwa cinta itu bisa dimanage. Bisa memilih untuk tidak mencinta dan tidak harus sakit. Makanya dulu aku nggak terlalu suka cerita cinta. Pun sekarang, tapi sudah lebih toleran. Cuma orang tak akan benar-benar tahu suatu perasaan sampai ia merasakannya sendiri. Itu benar. Itu sungguh benar.

Oh, ya. Apa aku pernah bercerita padamu tentang patah hati? Tentang bangkit kembali dari patah hati? Tentang logika yang menyatakan bahwa aku tak perlu bersedih untuk hal semacam itu, untuk tak perlu menyibukkan diri memikirkan hal tak penting. Logikaku benar. Hanya saja, rasa tak bisa dipaksa. Oh, atau mungkin bisa? Ya, bisa. Tapi sakit. Dan mengobati sakit dengan rasa sakit hanya akan membuatnya sekamin parah.

Lalu bagaimana?
Percayalah pada Allah yang menciptakan waktu.
Karena waktu (dengan izin Allah) bisa mengobati segalanya. Termasuk rasa sakit di hatimu.
Dua bulan itu, cukup singkat bukan? Mungkin aku cukup berhasil. Atau mungkin karena aku mengobatinya dengan baik. Atau aku mendapat banyak hal yang mengalihkanku dari rasa sakit, hingga aku tak sadar ia tiba-tiba telah sembuh. Seperti koreng kering yang membuat kita merasa sedang terluka, tapi setelah dikelupas, nyatanya luka itu telah sembuh (Oke, perumpamaan ini agak buruk).

Welcome the new path of mylife! >0<
Suddenly it feels like 'that' was doesn't matter anymore. Dan untuk kalian yang masih dalam masa 'itu', obatilah dengan baik. Dan tentu saja yang paling penting, bersedialah untuk berobat. Kadang obatnya ada di sekitarmu, kau hanya tak menyadarinya.

Udah dulu, btw. Bye.


Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Random

Diposting oleh Camelia di Sabtu, April 12, 2014 0 komentar
Hai! Cukup lama aku nggak nulis di sini. Banyak hal terjadi sebenarnya, hanya saja aku merasa enggan menuliskannya di sini. Enggan bukan berarti tidak mau. Aku ingin bercerita banyak, tapi entahlah.. rasanya tak ingin menulis. Rasanya kata menjadi sulit untuk dirangkai. Pun malam ini. Tanganku gagu, tersendat untuk berbicara tentang rasa. Hampir kegaguannya membuatku urung menulis portingan ini dan menempatkannya menjadi draft. Oke, draft itu suatu saat dapat diposting, tapi itu hanya kemungkinan. Dan aku hampir tak pernah memposting draft postinganku. Draft would be draft and someday will be deleted. Hahahaha...

So, forgive me if i'm going random with this post because actually i don't know exactly what i'm going to say.
Banyak hal terjadi. Banyak. Hal biasa, hal luar biasa.
Banyak pelajaran.
Banyak rasa.
Dan aku semakin sering tidur pagi.
Oh, ya. Mungkin kau berpikir aku terlalu sibuk mengurusi blogku satunya. Tumblr. Mungkin memang begitu sebab awal aku jarang posting di sini. Tapi bisa jadi tidak. Bisa jadi aku memang enggan menulis. Bahkan di tumblr pun.

Hei, ketika kau melakukan sesuatu, pernahkah kau bertanya pada dirimu, "Hei, apa yang kau lakukan? Apa yang kau inginkan dengan melakukan ini?" dan selanjutnya kau akan bertanya pada logikamu dan menemukan keraguan, kegamangan, seperti semuanya tiba-tiba tak berarti.
Tak usah, tak usah kau menebak-nebak apakah aku mengalami hal itu atau tidak. Sudah pasti iya. Sering. Makanya aku menuliskannya.

Maafkan aku jika kau sudah membaca postingan ini.
Aku tau sungguh random.
Berkali-kali tanganku ingin berhenti mengetik karena ke-random-anya. Tapi untunglah otakku memberiku semangat. Namun logika seringkali membuatku mati rasa. Dan membuatku semakin sulit menulis.

Oke, bagaimana jika tak usah merasakan apapun, tak usah berpikir apapun, dan akhiri saja postingan ini?
Baik, aku setuju.
See ya in the real world!

Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Rabu, 05 Maret 2014

Cukup Cinta

Diposting oleh Camelia di Rabu, Maret 05, 2014 0 komentar
Cinta bukan hanya tentang lelaki dan wanita. Tak usahlah kau terlalu pusing. Masih banyak hati-hati yang bisa kau suguhi cinta. Bukankah kau punya cukup cinta untuk dibagikan?

Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Sabtu, 01 Maret 2014

[Semacam Review Buku] Princess Sendal Jepit

Diposting oleh Camelia di Sabtu, Maret 01, 2014 0 komentar
Sebuah review buku seringkali subyektif. Karena review pasti berbasis pengetahuan dan preferensi masing-masing. Kali ini aku akn mereview buku berjudul PRINCESS SENDAL JEPIT. Review kali ini aku usahakan nggak subyektif *berlatih*.


Okey, kita mulai! Data buku dulu deh, biar kaya resensi keren.

Data Buku
Judul: Princess Sendal Jepit
Penulis: Agyasaziya Razievy
ISBN: 9786020221656
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal: 244 hlm
Tahun terbit: 2013 (September)

Pertama baca judulnya, aku pikir buku ini adalah novel remaja bergenre teenlit. Setelah mencermati covernya, terdapat tulisan 'Diary Muslimah Blogger Oncom', dan akupun sadar bahwa buku ini berisi kumpulan kisah penulisnya yang pernah terangkum dalam blognya. Tenyata memang benar. Kenapa sendal jepit dan lain sebagainya, diceritakan oleh penulis di bagian pembukaan buku ini. Jadi, nggak perlu aku ceritakan lagi. Bicara tentang cover, buku ini punya cover yang manis sekali. Biru muda dengan wajah seorang gadis. Cantik, simpel. Dari cover, buku ini cukup menarik perhatian pembaca.

Lalu mulailah perjalanan menyelami isi buku yang ditulis oleh kak Agyasaziya Razievy ini. Seperti yang aku sebutkan, isinya adalah beraneka cerita harian si penulis dan berbagai curhatannya. Diary. Penulis membawakan buku ini dengan bahasa yang bubbly, ceria, khas sanguinis. Kita bisa merasakan keceriaan penulis dalam bahasanya. Penulis banyak menuangkan pengalaman uniknya, pengalaman menyeramkan, dan berbagai pengalaman cinta juga. Dalam buku ini, penulis ingin mengajak pembaca untuk mengamalkan cinta yang halal. Karena menurut penulis, banyak orang yang sudah terjebak pada hubungan pria dan wanita yang tidak sehat dan tentu saja tidak halal.

Kamu tidak suka bahasa bubbly pada buku? Tenang saja, kau akan menemukan bahasa melow dan melankolis juga di buku ini. Terutama saat Kak Agya menceritakan rasanya tentang cinta. Kisah-kisah di bagian akhir bisa membuat kita ikut maelankolis. Even lah, seimbang. Membaca buku ini seperti disuguhi cerita kocak dan prosa romantis sekaligus.

Secara umum, kamu sangat bisa mendapatkan manfaat dari buku ini. Mengetahui pengalaman orang lain, itu ada baiknya. Karena jika pengalaman itu baik, bisa kita contoh dan jika itu buruk, bisa menjadi pelajaran agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Sebagai hiburan, buku ini juga punya andil. Ada beberapa kisah lucu yang bisa membuatmu senyum-senyum. Tapi selera humor tiap orang tentu beda, bisa jadi kamu malah tertawa terpingkal-pingkal saat baca buku ini! Dan jika kau tak merasakan apapun, nggak ketawa, dan muka datar, itu juga karena selera humormu yang berbeda dengan penulis.

Selain semua kelebihannya, ada hal yang kurang aku suka dari buku ini. Aku punya anggapan bahwa bahasa buku dan bahasa blog itu berbeda. Dalam blog atau sosial media, kita bisa menulis dengan kaidah sesuka kita, namun pada buku, ada kalimat-kalimat yang bisa diadaptasikan, agar menjadi bahasa buku yang nyaman dibaca. Dalam blog, kita bisa menulis dg tanda baca sebanyak yang kita suka, namun pada buku, perlu ada penyesuaian. Nah, dalam buku ini, kalimat2nya masih dituliskan dengan bahasa blog. Menurutku, kurang ada penyesuaian dg bahasa buku. Bukankah sesungguhnya pembaca bisa membaca tanda baca? Tanda baca berlebihan, untuk sebagian pembaca terasa mengganggu, contoh: "Apaaaa???" --> bagiku menggunakan tanda berlebihan agak mengganggu.

Masukan untuk mbak Agya, mungkin bisa diperhatikan lagi penulisan kalimatnya, agar lebih berbahasa buku dan lebih nyaman dibaca. Tapi tentu saja ini opiniku, jika menurut penulisnya atau penggemar buku ini nggak masalah, tentu aku juga nggak masalah. Hanya saja, aku belum nyaman membacanya. :)

Satu lagi, saran saya, mbak Agya menimbang2 lagi jika akan memasukkan postingan blog untuk dibukukan. Misal, masukan postingan yang bakal bermanfaat, menghibur, dan 'ngaruh' ke pembaca aja. Karena yang aku rasakan, masih ada bahasan dalam buku ini yang membuat aku berpikir, "So what? Buat apa aku tahu ini?". Contohnya adalah saat mbak Agya membeberkan jadwal kuliahnya. Ya, afwan, sorry, maaf. Diriku sempat berpikir, "Terus kenapa dengan jadwal kuliah mbak? Kenapa sy perlu tahu?". Yah.. begitulah kurang lebih.

.................

Wait, aku jd subyektif lagi. -_-a

................

Lanjut aja!

Terlepas dari kekurangannya, buku ini penuh kisah lucu, motivasi, pelajaran, dan pesan-pesan bijak dari mbak Agya. Buku ini juga dilengkapi banyak ilustrasi dan warna manis yang akan membuatmu betah membacanya. Jika kamu suka buku dengan sentuhan humor tp berhikmah seperti genre Raditya Dika, buku ini bakalan cocok untukmu. Recommended!

Semoga next booknya mbak Agya bisa lebih asik! Semangat! ^_^
Mbak Agya keren tapi, udah bikin buku, sedang aku belum. T-T
Okey, Semangat! *ketularan semangat mbak Agya*

Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/

Kau Bebaskan Aku Tanpa Syarat

Diposting oleh Camelia di Sabtu, Maret 01, 2014 4 komentar
"Hmmm..." Aku menghela napas lagi. Hei, ini sudah kali keberapa?

Burung Cangak terbang di langit Yogyakarta, kembali ke rumah. Semburat oranye menegaskan bahwa ini waktunya bulan untuk menampakkan diri. Aku masih menyelonjorkan kaki di rerumputan. Sendiri.
Ini sudah langit keberapa yang kupandang hari ini? Ah, langit kan hanya satu. Aku saja yang melihatnya berulang, dari tempat yang berbeda. Ini kali kedua aku duduk berselonjor di rerumputan ini, memandang langit. Langit yang samakah seperti yang kau pandang? Entahlah. Mungkin kau bahkan tak berniat untuk menatap langit. Kau sibuk.

Tapi ini kali kesekianku memandang langit, dan kali keduaku memandangnya dari sini. Wajahmu masih terpampang di awan-awan. Awan selalu berubah, tapi bayangmu tidak.

Memikirkan bahwa diriku menjadi melow karenamu, itu sangat luar biasa. Ini kali pertama. Kau, yang membuat aku jatuh cinta, sekaligus patah hati. Kau yang memberiku pelajaran, bahwa mencintai tak harus memiliki.

Aku ikhlas. Aku ikhlaskan hatiku melihatmu bersamanya.

"Haaahh..."

Kurebahkan punggungku. Hari semakin gelap dan suara cangak semakin kencang. Mengatur posisi tidur, mungkin. Nyamuk-nyamuk mulai menggerayangiku. Kubiarkan saja. Di tanganku masih ada bukumu. Buku yang kau berikan padaku. Bukan karena atensi apapun. Hanya karena kau harus mengganti bukuku yang hilang. Hanya itu.

Untukku itu berharga. Kupeluk buku itu erat-erat. Maafkan aku karena berdelusi tentangmu. Biarkan aku memainkan skenario di kepalaku. Skenario yang menyenangkan hatiku. Biarkan aku bermimpi tentangmu, karena di dunia nyataku tak ada 'kamu untukku'. Walau kau tak tahu rasaku, izinkan aku tetap berusaha mengirimkannya. Lewat desiran sang bayu, dan awan yang berbentuk sembilu.

Aku ingin jujur. Aku mencintaimu. Dan masih akan begitu. Aku tak akan memaksa cinta itu pergi. Tapi satu hal yang perlu kau tahu, aku mengikhlaskanmu. Aku siap melihatmu bersamanya, menggandengnya, mencintainya. Aku melepaskanmu.

Aku mencintaimu tanpa syarat. Kau tak perlu menjadi kekasihku untuk mendapat cintaku.
Aku mengagumimu dengan kebebasan. Karena dengan begitu aku pun bebas.
Aku tersenyum. Lega dalam hati tak terperi. Sudah kutemukan makna cintaku.

"Aku mencintaimu tanpa syarat"

kubisikkan sekali lagi. Lalu semua serasa sunyi. Cangak yang terdiam, angin semilir, nyamuk yang berdengung, pasti ikut mendoakan kebebasanku. Kupejamkan mata, mencipta sosokmu dalam ingatan. Kau adalah cinta. Izinkan aku mencintaimu tanpa syarat.

Kupeluk bukumu semakin erat.

Yogyakarta, 27 Februari 2014

Selamat membaca dan Happy blogging! \(^0^)/
 

Bunga Rumput Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei