![]() |
| Tergiur beli buku baru lagi -_- |
Senin, 26 Agustus 2013
Antara Buku, Jamur, dan Cinta : Tips Merawat Buku
Saya lagi demen ngomongin buku. Sebenarnya campuran dari rasa seneng dan frustasi. Seneng karena koleksi nambah dan frustasi karena kantong menipis. Karena tergiur harga murah, akhirnya tetep beli walaupun lagi bokek. Iseng mampir pameran pun, senggak niat-nggak niatnya, tetep beli paling nggak satu buku.
Categories
buku,
pengalamanku
Minggu, 25 Agustus 2013
Surat untuk Pangeran
Siapapun engkau, pangeranku..
aku ingin kita punya satu bahasa, untuk kita berdua
sehingga ketika aku tak bisa berkata-kata, kau masih bisa menangkap isyarat sayangku. lewat tatapan mata, lewat senyumku,
begitupula sebaliknya denganku, lewat marahmu, lewat gerakan tanganmu saat membenahi jilbabku..
sehingga tidak ada salah sangka, atas senyumku-senyummu
mataku-matamu, hatiku-hatimu
-doa malam sunyi-
Categories
puisi
Book freak? Yes, i am.
Buku itu adalah dimana cinta berasal. Sejak kecil aku udah cinta buku. Semakin besar justru tambah cinta. Koleksiku bertambah terus dan nalarku susah dikendalikan kalau ketemu buku. Pengennya dibeli semua, apalagi kalau itu buku favoritku. Impianku, pengen punya perpustakaan pribadi. Yah.. kalaupun aku nggak punya kamar tidur, nggak masalah, yang penting aku punya perpustakaan.
I LOVE BOOKS, AND ALWAYS BE.
dan disela kegilaan akan buku.
selalu ada masa-masa berjuang nggak makan atau jajan, demi buku. Freak! yah.. sepertinya begitu.
Walau belum semua koleksiku kubaca, tapi tenang saja, suatu saat nanti pasti akan kubaca.
Aku pengen suatu waktu, entah kapan. Punya waktu luang yang lamaaaa banget, dan aku punya waktu untuk membaca buku-bukuku seharian tanpa ada yang mengganggu. :D
Book freak? Yes, i am.
I LOVE BOOKS, AND ALWAYS BE.
dan disela kegilaan akan buku.
selalu ada masa-masa berjuang nggak makan atau jajan, demi buku. Freak! yah.. sepertinya begitu.
Walau belum semua koleksiku kubaca, tapi tenang saja, suatu saat nanti pasti akan kubaca.
Aku pengen suatu waktu, entah kapan. Punya waktu luang yang lamaaaa banget, dan aku punya waktu untuk membaca buku-bukuku seharian tanpa ada yang mengganggu. :D
Book freak? Yes, i am.
Random
Entah udah berapa lama aku nggak mengunjungi blog ini. Bosen.
akhirnya bikin blog baru untuk mengatasi kegalauan hidup (ecieee...)
Nah, tapi akhirnya sadar, buat apa harus ada dua kepribadian? Kenapa musti dirahasiakan? (apanya?). Pokoknya, intinya saya bertaubat, menyerah memelihara blog banyak-banyak. Akhirnya aku pindahin smeua isi blog 'galau'ku yang lama ke sini [tadinya dipindahin satu2 secara ribet -copas- dan waktu iseng utak-atik, baru tau ada fasilitas ekspor-impor, dem! akhirnya aku coba pake ekspor-impor, dan postingan yg aku copas satu2 aku hapus semua __ penting ya diceritain?].
Bodo ah, dianggep galau juga ga apa-apa, setidaknya yang aku alami itu galau sungguhan, bukan 'galau yang telah mengalami pergeseran makna'.
dan ternyata, JENG JENG JENG JENG!!! Templateku ganti lagi. Kali ini sealian nama blog. Nama blog ini sebenernya nama blog 'galau'ku. dan ternyata aku lebih menyukai nama ini. Biarlah..
yang kupelajari, setelah kamu tambah tua, kamu tambah males neko-neko, lebih suka yang simpel, sederhana (sama aja), tapi bermakna.
Baiklah, saya nggak lagi galau atau bingung, atau melankolis, jadi bahasanya rada **** begini. kalau lagi mellow, bakalan kayak 10 postingan sebelum ini dah.. :v
Eniwey, selamat membaca, dan selamat ngeblog!
akhirnya bikin blog baru untuk mengatasi kegalauan hidup (ecieee...)
Nah, tapi akhirnya sadar, buat apa harus ada dua kepribadian? Kenapa musti dirahasiakan? (apanya?). Pokoknya, intinya saya bertaubat, menyerah memelihara blog banyak-banyak. Akhirnya aku pindahin smeua isi blog 'galau'ku yang lama ke sini [tadinya dipindahin satu2 secara ribet -copas- dan waktu iseng utak-atik, baru tau ada fasilitas ekspor-impor, dem! akhirnya aku coba pake ekspor-impor, dan postingan yg aku copas satu2 aku hapus semua __ penting ya diceritain?].
Bodo ah, dianggep galau juga ga apa-apa, setidaknya yang aku alami itu galau sungguhan, bukan 'galau yang telah mengalami pergeseran makna'.
dan ternyata, JENG JENG JENG JENG!!! Templateku ganti lagi. Kali ini sealian nama blog. Nama blog ini sebenernya nama blog 'galau'ku. dan ternyata aku lebih menyukai nama ini. Biarlah..
yang kupelajari, setelah kamu tambah tua, kamu tambah males neko-neko, lebih suka yang simpel, sederhana (sama aja), tapi bermakna.
Baiklah, saya nggak lagi galau atau bingung, atau melankolis, jadi bahasanya rada **** begini. kalau lagi mellow, bakalan kayak 10 postingan sebelum ini dah.. :v
Eniwey, selamat membaca, dan selamat ngeblog!
Kamis, 25 Juli 2013
Merindukan kerinduan
Perasaan apa?
Hanya ingin ada seseorang yang setia di sisiku, menanyakan keadaanku, mencintaiku. Entah kapan akan kutemukan. Entah kapan akan kurasakan. Hati yang penuh mencintai seseorang. Seseorang yang mencintaiku, dengan hatinya. Dengan bahasa yang sama, saling bertukar isyarat.
Aku merindukanmu. Seseorang di ujung benang merahku. Tanpa kutahu siapa dirimu, tanpa kutahu bagaimana kita akan bertemu. Tanpa kutahu apa yang membuatku merindu.
Aku merindukanmu
menjemputku
menggenggam tanganku dalam dinginnya embun pagi
bersama kepul secangkir kopi
Hanya ingin ada seseorang yang setia di sisiku, menanyakan keadaanku, mencintaiku. Entah kapan akan kutemukan. Entah kapan akan kurasakan. Hati yang penuh mencintai seseorang. Seseorang yang mencintaiku, dengan hatinya. Dengan bahasa yang sama, saling bertukar isyarat.
Aku merindukanmu. Seseorang di ujung benang merahku. Tanpa kutahu siapa dirimu, tanpa kutahu bagaimana kita akan bertemu. Tanpa kutahu apa yang membuatku merindu.
Aku merindukanmu
menjemputku
menggenggam tanganku dalam dinginnya embun pagi
bersama kepul secangkir kopi
Rabu, 24 Juli 2013
Tersenyumlah pada Kesalahanmu
Aku tidak berhak mendakwa. Tapi, berkali-kali aku katakan. Kenangan itu bukan untuk dilupakan, tapi untuk dikenang.
Pengalaman buruk, kesalahan dalam melangkah, bukan alasan untuk menghapuskan masa lalu dan menganggapnya tak ada. Mengganggap dirimu baik-bbaik saja. Kesalahanmu, ingatlah! Agar kau tak mengulang kesalahan yang sama.
Kesalahan orang lain, tak perlu dilupaka, tapi dimaafkan. Karena dengan memaafkan, walaupun kau masih mengingat kesalahannya, kamu akan tetap dapat tersenyum padanya dengan seluruh hatimu. Karena memaafkan, berarti kau tak membencinya. Tapi dengan melupakan, kau akan kembali membencinya jika suatu saat kau ingat kembali.
Kesalahanmu, kesalahan orang lain, adalah pelajaran agar tak terulang. Adalah pelajaran agar tak meniru.
Kesalahanmu, jangan kau lupakan. Karena mengingatnya itu baik. Perasaan menyesal atas sebiah kesalahan adalah tanggung jawab. Sehingga dengan mengingatnya, kau tak ingin mengulangi penyesalan yang sama. Dengan mengingatnya, kau dapat menghargai kedamaian yang kau miliki, dan tak ingin menodainya dengan penyesalan.
Jangan takut membuat kesalahan. Tapi janganlah sengaja merugikan. Karena takut salah adalah sebuah kesalahan. Dengan salah kita belajar kebenaran. Dengan menyesal kita belajar kedamaian.
Jangan meratapi. Karena meratapi kesalahan itu menyedihkan.Tak apa jika harus menangis tengah malam, setiap hari menyesali kesalahanmu. Dengan begitu, kau dapat tersenyum penuh kedamaian pada hari esok.
Memaafkan saat disalahi,
Minta maaf saat salah,
Berani
Ksatria.
Selesaikan masalah
Tanpa mengutuk
Tersenyumlah,
setulus hatimu
Pengalaman buruk, kesalahan dalam melangkah, bukan alasan untuk menghapuskan masa lalu dan menganggapnya tak ada. Mengganggap dirimu baik-bbaik saja. Kesalahanmu, ingatlah! Agar kau tak mengulang kesalahan yang sama.
Kesalahan orang lain, tak perlu dilupaka, tapi dimaafkan. Karena dengan memaafkan, walaupun kau masih mengingat kesalahannya, kamu akan tetap dapat tersenyum padanya dengan seluruh hatimu. Karena memaafkan, berarti kau tak membencinya. Tapi dengan melupakan, kau akan kembali membencinya jika suatu saat kau ingat kembali.
Kesalahanmu, kesalahan orang lain, adalah pelajaran agar tak terulang. Adalah pelajaran agar tak meniru.
Kesalahanmu, jangan kau lupakan. Karena mengingatnya itu baik. Perasaan menyesal atas sebiah kesalahan adalah tanggung jawab. Sehingga dengan mengingatnya, kau tak ingin mengulangi penyesalan yang sama. Dengan mengingatnya, kau dapat menghargai kedamaian yang kau miliki, dan tak ingin menodainya dengan penyesalan.
Jangan takut membuat kesalahan. Tapi janganlah sengaja merugikan. Karena takut salah adalah sebuah kesalahan. Dengan salah kita belajar kebenaran. Dengan menyesal kita belajar kedamaian.
Jangan meratapi. Karena meratapi kesalahan itu menyedihkan.Tak apa jika harus menangis tengah malam, setiap hari menyesali kesalahanmu. Dengan begitu, kau dapat tersenyum penuh kedamaian pada hari esok.
Memaafkan saat disalahi,
Minta maaf saat salah,
Berani
Ksatria.
Selesaikan masalah
Tanpa mengutuk
Tersenyumlah,
setulus hatimu
Bunga Tidur
Mimpi itu, tidak dapat diprediksi, tapi kadang dapat direncanakan. Mimpi itu, kadang masuk akal dan kadang sama sekali tidak. Mimpi itu, bisa karena kerinduan, atau karena ketakutan. Bimpi bisa berarti terlalu mencintai, atau terlalu membenci. Dan mimpi itu bisa indah ataupun biasa saja. Bisa jadi menyeramkan atau menyebalkan.
Mimpiku, aneh.
Semalam, aku bermimpi dunia dalam bahaya. Dunia memang sedang dalam bahaya. Tapi sepertinya aku tidak sebegitu khawatir, karena aku tahu dunia memang akan berakhir. Bumi, suatu saat nanti akan hancur.
Mimpiku, begini ceritanya..
Suatu ketika, bumi mengalami kerusakan alami. Mula-mula tsunami, hampir di seluruh daerah pantai di dunia. Menggemparkan. Lalu dalam mimpi aku melihat bumi secara keseluruhan, seperti globe. Seperti melihat dari luar angkasa. Bumi seperti remuk. Terjadi longsor secara bersamaan di seluruh bumi. Mungkin lebih tepatnya daratan ambles. Hingga air laut naik, semua air bercampur, jadilah aliran bah yang sangat besar. Yang dapat menyelamatkan diri hanya daerah lembah gunung ke atas. Aku dan keluargaku termasuk yang selamat. Kami tinggal di lembah gunung. Sepertinya. Karena nyatanya di mimpi aku hanya ingat saat aku mendaki bersama teman-temanku. Sesampainya di atas, kami menginap di mansion berkamar banyak, tingkat banyak. Aliran air bah sudah tenang, tapi tetap tinggi. Merendam hingga lantai mansion paling bawah. Ah iya, dalam mimpi aku bertemu ayah dan adikku! berarti mereka selamat. Enntahlah, selain itu aku hanya bertemu teman-temanku dan orang tak dikenal.
Setelah air tenang, kami istirahat. Tak lama kemudian, Air kembali naik. Tidak mengamuk, hanya naik. Kami pun meneruskan perjalanan. Mendaki gunung. Lalu aku berpikir, "Pada akhirnya, kami harus mencapai puncak gunung tertinggi untuk menyelamatkan diri. Pada akhirnya aku dapat mencapai puncak gunung. Pada akhirnya, semua orang harus naik ke puncak gunung."
dan akupun tiba di puncak. dengan air yang tela menutupi seluruh daratan di bawahku. Mengerikan. Tapi dalam mimpi, aku tidak merasa takut. Aku merasa sedang dalam perjalanan. Kehilangan, pasti terjadi dalam sebuah perjalanan. Kadang kita bahkan tak dapat menggenggam sesuatu yang berharga. Terkadang kita hanya dapat berjalan pada satu-satunya rute yang ada. Antara keterpaksaan dan kerelaan.
Akhirnya, aku mencapai puncak.
dan yang aku sadari setelah aku bangun dari tidurku, mencapai puncak gunung adalah orientasi. Namun setelah tiba di sana, semua selesai. Kami bukan menyelamatkan diri. Kami hanya sedang memperlama waktu untuk mati. Karena tak ada lagi yang dapat diperbuat. Di puncak, kami hanya menunggu.
Hanya menunggu.
Mimpiku, aneh.
Semalam, aku bermimpi dunia dalam bahaya. Dunia memang sedang dalam bahaya. Tapi sepertinya aku tidak sebegitu khawatir, karena aku tahu dunia memang akan berakhir. Bumi, suatu saat nanti akan hancur.
Mimpiku, begini ceritanya..
Suatu ketika, bumi mengalami kerusakan alami. Mula-mula tsunami, hampir di seluruh daerah pantai di dunia. Menggemparkan. Lalu dalam mimpi aku melihat bumi secara keseluruhan, seperti globe. Seperti melihat dari luar angkasa. Bumi seperti remuk. Terjadi longsor secara bersamaan di seluruh bumi. Mungkin lebih tepatnya daratan ambles. Hingga air laut naik, semua air bercampur, jadilah aliran bah yang sangat besar. Yang dapat menyelamatkan diri hanya daerah lembah gunung ke atas. Aku dan keluargaku termasuk yang selamat. Kami tinggal di lembah gunung. Sepertinya. Karena nyatanya di mimpi aku hanya ingat saat aku mendaki bersama teman-temanku. Sesampainya di atas, kami menginap di mansion berkamar banyak, tingkat banyak. Aliran air bah sudah tenang, tapi tetap tinggi. Merendam hingga lantai mansion paling bawah. Ah iya, dalam mimpi aku bertemu ayah dan adikku! berarti mereka selamat. Enntahlah, selain itu aku hanya bertemu teman-temanku dan orang tak dikenal.
Setelah air tenang, kami istirahat. Tak lama kemudian, Air kembali naik. Tidak mengamuk, hanya naik. Kami pun meneruskan perjalanan. Mendaki gunung. Lalu aku berpikir, "Pada akhirnya, kami harus mencapai puncak gunung tertinggi untuk menyelamatkan diri. Pada akhirnya aku dapat mencapai puncak gunung. Pada akhirnya, semua orang harus naik ke puncak gunung."
dan akupun tiba di puncak. dengan air yang tela menutupi seluruh daratan di bawahku. Mengerikan. Tapi dalam mimpi, aku tidak merasa takut. Aku merasa sedang dalam perjalanan. Kehilangan, pasti terjadi dalam sebuah perjalanan. Kadang kita bahkan tak dapat menggenggam sesuatu yang berharga. Terkadang kita hanya dapat berjalan pada satu-satunya rute yang ada. Antara keterpaksaan dan kerelaan.
Akhirnya, aku mencapai puncak.
dan yang aku sadari setelah aku bangun dari tidurku, mencapai puncak gunung adalah orientasi. Namun setelah tiba di sana, semua selesai. Kami bukan menyelamatkan diri. Kami hanya sedang memperlama waktu untuk mati. Karena tak ada lagi yang dapat diperbuat. Di puncak, kami hanya menunggu.
Hanya menunggu.
Cinta itu apa?
Cinta itu apa? Dari dulu ada variasi definisi yang berveda. Cari di kamus? Sepertinya tak perlu. Ini cuma nafkah hati, tidak lebih.
Cinta itu seperti apa?
Deg-degan, gugup, dan merasa bodoh di depannya, salting?
atau
Nyaman, selalu ingin dekat, apa adanya?
Entahlah.
Ingin mengerti apa itu cinta. Tapi mengapa? Apakah aku membutuhkan definisi itu?
Sejak awal, perlukah cinta didefinisikan?
Cinta itu seperti apa?
Deg-degan, gugup, dan merasa bodoh di depannya, salting?
atau
Nyaman, selalu ingin dekat, apa adanya?
Entahlah.
Ingin mengerti apa itu cinta. Tapi mengapa? Apakah aku membutuhkan definisi itu?
Sejak awal, perlukah cinta didefinisikan?
Senin, 22 Juli 2013
Hanya suka saja
Kemarin aku baca komik jadul, Topeng Kaca. Ceritanya tentang seseorang dengan bakat akting terpendam. Jika kesempatan seperti itu sangat mudah datangnya, betapa menyenangkan.
Yah.. aku pun tak seberbakat itu. Hanya menyukainya saja. :)
Minggu, 21 Juli 2013
Kejujuranku
Hari ini aku ingin jujur.
Aku suka akting. Aku menikmatinya. Bukan karena aku ingin menjadi aktris terkenal. Aku hanya ingin bisa berakting. Masuk sekolah akting, main dalam drama, mempengaruhi orang dalam hidupku.
Terkadang aku berpikir, bagaimana jika kutinggalkan hidupku dan kumulai kehidupan baru dengan akting? Pindah ke Jakarta misalnya? Meninggalkan keluarga, agama, dan diriku saat ini. Aku yakin aku akan puas, karena aku bisa berakting. Tapi aku lebih yakin bahwa kepuasan itu tak akan lama. Apalah artinya kepuasan tanpa kedamaian?
Bila kutanya dalam hati, secara jujur, akting adalah passionku. Terkadang perasaan ini tak terbendung, seperti malam ini.
Namun jika itu berarti harus meninggalkan keluargaku yang berharga, dan agama yang kucinta. Apa gunanya kepuasan sementara?
Aku tahu, aku menulis ini hanya untuk meredam hasratku sendiri. Aku tahu.
Tak apalah jika aku harus meredamnya setiap hari. Tak apa. Karena kedamaian yang kumiliki jauh lebih berharga. Dunia memang selalu terlihat berkilauan. Memenuhi hasrat memang terlihat selalu menyenangkan. Tapi aku sadar, tidak semua hasrat dapat terpenuhi, tidak semua mimpi bisa diraih.
Aku mudah putus asa? Bukan. Ini bukan karena aku tak mau. Namun memang tak bisa. Jika kau mampu, coba tunjukkan padaku bagaimana aku bisa berakting sebagai wanita muslim? Akting di panggung terbuka, atau mungkin di TV dengan tetap mengenakan jilbabku, tetap menjaga jarak dari bersentuhan dengan lawan jenis. Bisa?
Seperti kak Okky? Bukan bermaksud offense. Tapi nyatanya ia tak lagi muncul untuk berakting, kini justru membuat album bukan? Sebagai entertainer aku mengaguminya. Tapi sebagai aktris, aku berharap lebih. Aku ingin bisa bermain peran. Lebih.
Dulu aku sempat puas dengan kelompok drama wanita saat SMP. Namun setelah lulus dan memasuki SMA, hingga kini, tak ada lagi kesempatan. Apakah akting selalu harus bersentuhan? Tidak.
Baiklah, aku mudah menyerah katamu? Ya, mungkin memang begitu. Aku belum mengambil tindakan hingga saat ini. Aku hanya mencari kesempatan, bukan membuatnya. Karena aku sendiri masih berpikir, cukup pantaskah passionku pada akting diperjuangkan? Apakah Allah akan ridha?
End for my heart's talk tonight. :)
Hope i'll find the answer really soon.
Aku suka akting. Aku menikmatinya. Bukan karena aku ingin menjadi aktris terkenal. Aku hanya ingin bisa berakting. Masuk sekolah akting, main dalam drama, mempengaruhi orang dalam hidupku.
Terkadang aku berpikir, bagaimana jika kutinggalkan hidupku dan kumulai kehidupan baru dengan akting? Pindah ke Jakarta misalnya? Meninggalkan keluarga, agama, dan diriku saat ini. Aku yakin aku akan puas, karena aku bisa berakting. Tapi aku lebih yakin bahwa kepuasan itu tak akan lama. Apalah artinya kepuasan tanpa kedamaian?
Bila kutanya dalam hati, secara jujur, akting adalah passionku. Terkadang perasaan ini tak terbendung, seperti malam ini.
Namun jika itu berarti harus meninggalkan keluargaku yang berharga, dan agama yang kucinta. Apa gunanya kepuasan sementara?
Aku tahu, aku menulis ini hanya untuk meredam hasratku sendiri. Aku tahu.
Tak apalah jika aku harus meredamnya setiap hari. Tak apa. Karena kedamaian yang kumiliki jauh lebih berharga. Dunia memang selalu terlihat berkilauan. Memenuhi hasrat memang terlihat selalu menyenangkan. Tapi aku sadar, tidak semua hasrat dapat terpenuhi, tidak semua mimpi bisa diraih.
Aku mudah putus asa? Bukan. Ini bukan karena aku tak mau. Namun memang tak bisa. Jika kau mampu, coba tunjukkan padaku bagaimana aku bisa berakting sebagai wanita muslim? Akting di panggung terbuka, atau mungkin di TV dengan tetap mengenakan jilbabku, tetap menjaga jarak dari bersentuhan dengan lawan jenis. Bisa?
Seperti kak Okky? Bukan bermaksud offense. Tapi nyatanya ia tak lagi muncul untuk berakting, kini justru membuat album bukan? Sebagai entertainer aku mengaguminya. Tapi sebagai aktris, aku berharap lebih. Aku ingin bisa bermain peran. Lebih.
Dulu aku sempat puas dengan kelompok drama wanita saat SMP. Namun setelah lulus dan memasuki SMA, hingga kini, tak ada lagi kesempatan. Apakah akting selalu harus bersentuhan? Tidak.
Baiklah, aku mudah menyerah katamu? Ya, mungkin memang begitu. Aku belum mengambil tindakan hingga saat ini. Aku hanya mencari kesempatan, bukan membuatnya. Karena aku sendiri masih berpikir, cukup pantaskah passionku pada akting diperjuangkan? Apakah Allah akan ridha?
End for my heart's talk tonight. :)
Hope i'll find the answer really soon.
Langganan:
Postingan (Atom)
